Pencabulan 17 Murid SD di Bandung

Pemilik Warung Dekat Sekolah di Parongpong Cabuli 17 Murid SD, Paksa Korban Lakukan Seks Menyimpang

Seorang pria berinisial SN (29) yang merupakan pemilik warung di samping sekolah, mencabuli 17 murid SDN yang berlokasi di Kecamatan Parongpong, KBB

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Pelaku pencabulan saat dimintai keterangan oleh Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki, Selasa (24/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CISARUA - Seorang pria berinisial SN (29) yang merupakan pemilik warung di samping sekolah, mencabuli 17 murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berlokasi di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pelaku aksi pencabulan murid SDN tersebut kini harus berurusan dengan polisi.

SN diringkus anggota Polsek Cisarua, pada Senin (23/12/2019) di kediamannya setelah polisi mendapat laporan dari pihak sekolah terkait adanya tindak pidana pencabulan tersebut.

Tega Cabuli Anak Tiri dari SD Hingga SMP, Pria di OKU Selatan: Saya Khilaf

Husein Alatas Buka Praktik Pengobatan Alernatif di Bekasi Selama 1 Tahun, Diduga Cabuli Pasien

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, korban yang sudah dilakukan pencabulan oleh pelaku itu merupakan murid kelas 4 hingga 6, semuanya anak laki-laki yang berusia 10 hingga 12 tahun.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, korbanya secara keseluruhan ada 17 korban, laki-laki semua, tapi kemungkinan jumlah masih bisa bertambah," ujar Yoris saat gelar perkara di Mapolsek Cisarua, Selasa (24/12/2019).

Dalam melakukan seks menyimpang itu, pelaku minta semua korbannya untuk dilakukan masturbasi hingga pelaku ejakulasi, bahkan pelaku juga memegang alat kelamin semua korban tersebut.

"Pihak sekolah mengetahui adanya kejadian itu dari salah satu orang tua korban," kata Yoris.

Upaya Trauma Healing Korban Pencabulan, Polresta Cirebon Ajak Bermain 11 Anak Korban Sodomi

Aksi Pemuda Predator Anak di Cirebon, Cabuli 11 Bocah SD dan TK, Iming-imingi Mainan Ikan-ikanan

Setelah mengetahui laporan dari keluarga, pihak sekolah mencari informasi lanjutan kepada para siswanya, dan ternyata hasilnya diketahui sudah ada 17 siswa kelas yang menjadi korban seks menyimpang dari pelaku tersebut.

Yoris mengatakan, pelaku melakukan aksi pencabulan itu di warung miliknya yang berada tepat di samping sekolah kawasan Kecamatan Parongpong, KBB.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Untuk ancaman hukumannya 15 tahun penjara," ujar Yoris.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved