Harga Pangan di Purwakarta Naik, Ternyata Ini Penyebabnya Kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan menanggapi terkait lonjakan

Harga Pangan di Purwakarta Naik, Ternyata Ini Penyebabnya Kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian
TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
Ilustrasi, cabai merah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan menanggapi terkait lonjakan harga komoditas pangan di Purwakarta menjelang Natal dan Tahun Baru.

Agus mengatakan kenaikan harga pangan tak selalu dipengaruhi oleh produksi lokal melainkan dipengaruhi oleh even atau hari besar semisal hari keagamaan.

"Di Purwakarta saat ini yang menonjol ialah harga cabai rawit, bawang merah, dan komoditas pangan lainnya. Kalau beras harga stabil dan justru di bawah harga eceean tertinggi (HET) baik medium atau premium," ujarnya di kantornya.

Salah seorang pedagang di Pasar Jumat Leuwipanjang Purwakarta, Lia mengatakan harga-harga seperti bawang merah, cabai kriting, cabai merah, hingga bawang daun mengalami kenaikan.

INNALILLAHI, Puluhan Orang Tewas Akibat Bus yang Ditumpangi Masuk Jurang di Pagaralam Sumsel

"Bawang merah awalnya Rp 24 ribu jadi Rp 40 ribu, cabai kriting merah dari Rp 28 ribu jadi Rp 44 ribu, dan cabai merah dari Rp 24 ribu sekarang di harga Rp 40 ribu, kemudian bawang daun juga alami kenaikan yang biasanya Rp 12 ribu menjadi Rp 20 ribu, dan cabai rawit dari Rp 32 ribu menjadi Rp 44 ribu," katanya di Pasar Leuwipanjang Purwakarta, Senin (23/12/2019).

Kenaikan sejumlah komoditas ini, kata Lia, disebabkan karena kemungkinan tidak adanya panen dan barangnya yang memang distribusinya sedikit sehingga menjadi kelangkaan.

"Ya memang tetap ada saja yang membeli, tapi pembeli jadi membelinya mengurangi porsi seperti misal biasanya beli cabai satu kilogram menjadi hanya setengah kilogram atau seperempat," ujarnya.

Di sisi lain, komoditas seperti beras dan telur terbilang normal atau stabil. Bahkan, untuk telur mengalami penurunan dari harga Rp 29 ribu menjadi Rp 27 ribu per kilogramnya.

Seorang pembeli, Imas (50) warga Purwakarta, mengatakan dirinya kini mengurangi jumlah daya beli, seperti misalnya bawang merah dan cabai yang biasanya membeli satu kilogram menjadi hanya setengah kilogram.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolrestabes Bandung Larang Ormas Melakukan Sweeping

"Saya biasa beli bawang merah, rawit, dan cabai merah untuk jualan kupat tahu. Mau gak mau ya saya juga mengurangi porsi pemakaian cabai di jualan saya meskipun itu mengurangi warna makanan tersebut," ujarnya di Pasar Leuwipanjang.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Jumat Leuwipanjang Purwakarta, Asep Eko Dwiyanto menyebut pasokan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan berasal dari pasar induk yang ada di Cikopo, sehingga pada dasarnya, Asep menyebut pengendalian harga ada di Pasar Induk Cikopo.

"Sebenarnya kenaikan harga menjelang hari besar ini normal saja, karena pedagang mau kapan lagi menaikan harga-harga. Ini kan sifatnya tahunan. Tapi, jika stok barangnya melimpah maka harga pun bakal murah," ujarnya.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved