Hari Ibu di Mata Dua Wanita Bupati di Jawa Barat
Hari Ibu diperingati tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Banyak masyarakat Indonesia memperingati Hari Ibu dengan caranya masing-masing.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Hari Ibu diperingati tanggal 22 Desember setiap tahunnya.
Banyak masyarakat Indonesia memperingati Hari Ibu dengan caranya masing-masing.
Tak terkecuali, para kepala daerah yang memang dirinya merupakan seorang perempuan.
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, salah satunya.
• Hujan Deras, Angin Kencang Sapu 8 Rumah dan 2 Peternakan Ayam di Saguling KBB
Istri dari mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi ini, melihat ibu merupakan sosok sangat luar biasa dari segi perannya.
Dia juga mengatakan bahwa ada perbedaan menarik antara ibu jaman dulu dengan ibu jaman sekarang.
"Ibu jaman dahulu itu bertugas mengawasi, mengurus, dan membesarkan. Tapi, ibu saat ini tugasnya bertambah dengan harus mampu menangkap perubahan zaman," katanya di Purwakarta, Minggu (22/12/2019).
• Kisah Mak Iroh, Rawat 4 Cucu Yatim Sendirian, Menangis Saat Rumah Direnovasi dan Diajak Belanja
Tak Hanya Bupati Anne, Bupati Karawang yang juga seorang perempuan, Cellica Nurrachadiana, menjelaskan bahwa sosok ibu memiliki peran multifungsi, seperti sebagai pemimpin atau pribadi, sama pentingnya dalam menjalankan ideologi pancasila.
"Ibu bisa jadi pemimpin anak-anaknya, pemimpin di perusahaan, atau lainnya yang tak lepas dari ideologi pancasila. Saya rasa tak hanya ibu, melainkan semua warga wajib mengimplementasikan nilai-nilai pancasila," katanya di Karawang.
Peringatan Hari Ibu di Kabupaten Purwakarta diisi dengan adanya Festival Kebaya sebagi bagian dari momen Hari Ibu.
Alasan dipilihnya kebaya untuk difestivalkan, Anne menyebut, karena pakaian kebaya identik dengan sosok ibu.
"Festival ini juga cara kami dalam melestarikan nilai-nilai kultur budaya Indonesia yang sangat beragam," ujarnya.
• Polres Cimahi Masih Selidiki Dugaan Kasus Penembakan Pedagang Asongan di Padalarang