Kakek di Bekasi Tewas Disengat Puluhan Tawon, Sarangnya Setinggi 80 cm

Sebelum kejadian tewasnya Sutarma, dilaporkan tawon di sarang itu sudah meresahkan warga setelah menyengat lima warga lain.

Vitorio Mantalean
Sarang tawon di langit-langit rumah warga dalam proses evakuasi oleh petugas pemadam kebakaran Jakarta Timur. 

TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Seorang kakek 74 tahun di Bekasi, Sutarma, tewas setelah disengat puluhan tawon ndas atau tawon Vespa affinis pada Rabu (11/12/2019).

Peristiwa itu berawal ketika Sutarma hendak menghancurkan sarang tawon di bubungan atap rumahnya.

"Kemungkinan ada lebih dari 50 tawon yang menyengat si kakek. Di bagian atas badan kira-kira 30 titik sengatan, di kaki 20," ujar Komandan Regu Tim Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Adhi Nugroho, kepada wartawan, Selasa (17/12/2019).

Sebelum kejadian tewasnya Sutarma, dilaporkan tawon di sarang itu sudah meresahkan warga setelah menyengat lima warga lain.

"Si pemilik rumah ini hendak melakukan pemusnahan sarang tawon dengan menyodoknya dengan bambu. Ternyata sarangnya kena, malah kawanan tawonnya berhamburan, karena saat itu siang hari," jelas Adhi.

Ketika tawon-tawon vespa itu berhamburan, Sutarma baru saja keluar rumah hendak pergi ke pasar.

Beberapa warga sekitar sempat meneriaki Sutarma untuk kabur karena koloni tawon memburunya.

"Berhubung usia si korban ini sudah 74 tahun, faktor pendengarannya kurang, pas diteriaki dia tidak mendengar. Akhirnya diserang dia oleh koloni tawon itu," ujar Adhi.

Sutarma sempat mandi untuk menghilangkan sengat koloni tawon vespa namun tak berhasil. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Annisa, Cikarang untuk menjalani perawatan.

Namun setelah 2 malam, nyawanya tak tertolong.

Setelah disisir petugas pemadam kebakaran, sarang tawon yang jadi biang kerok meninggalnya Sutarma disebut sudah cukup tua.

Diameter lebarnya mencapai 20 cm, dengan tinggi hampir 80 cm.

Selain menyerang Sutarma, 5 orang warga lain juga kena sengat pada saat yang sama, namun jumlah tawon yang menyerang mereka dapat dihitung jari.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved