Pasar Baru Indramayu Kumuh, Para Pedagang Segera Direlokasi ke Lokasi Baru

Kondisi Pasar Baru Indramayu yang selalu tergenang air setiap kali turun hujan membuat para pedagang resah.

Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Aktivitas di pasar Baru Indramayu, Senin (16/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Kondisi Pasar Baru Indramayu yang selalu tergenang air setiap kali turun hujan membuat para pedagang resah.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru (Asparu), Adang Wahyudi mengatakan, kondisi itu sekaligus membuat aktivitas jual beli di Pasar Baru Indramayu jadi sepi.

"Jam delapanan itu sudah sepi ditambah pasar yang becek," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Pasar Baru Indramayu, Senin (16/12/2019).

Kondisi itu pula yang membuat para pembeli sebagian besar berpaling dan memilih berbelanja kebutuhan pokok ke pasar modern Cipto Gudang Rabat.

Mengingat, lokasi Cipto Gudang Rabat yang tidak terlalu jauh dari lokasi Pasar Baru Indramayu serta harga jual produk yang relatif lebih murah.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan Dan Perindustrian (Diskoperindag) Kabupaten Indramayu, E Trisna Hendarin mengatakan pemerintah daerah sedang berupaya membangun pasar di lokasi yang baru di samping Mapolsek Indramayu.

Lokasi baru yang nantinya ditempati para pedagang di Pasar Baru Indramayu, Senin (16/12/2019).
Lokasi baru yang nantinya ditempati para pedagang di Pasar Baru Indramayu, Senin (16/12/2019). (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

Cerita Pedagang di Pasar Indramayu Selama Cipto Gudang Rabat Beroperasi, Jam 8 Pagi Pasar Sudah Sepi

Pasar Baru Indramayu Kumuh, Becek Dimana-mana, Pedagang dan Pembeli Sampai Lepas Sandal

"Dibiarkan tidak direvitalisasi karena mau dibongkar, pedagang akan direlokasi ke tempat baru, sekarang sudah dibangun," ujar dia.

Dalam hal ini ia menyampaikan pembangunan pasar yang baru itu tidak akan meredam persoalan antara pedagang di Pasar Baru Indramayu dan Cipto Gudang Rabat.

Hal itu karena lokasi antara pasar yang baru dibangun dengan Cipto Gudang Rabat jaraknya masih kurang dari 1 kilomter.

Ia meminta agar para pedagang bisa bersabar menunggu hasil keputusan persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) Bandung.

"Program pembangunan pasar ini merupakan program kami pemerintah daerah untuk memenuhi standar pasar SNI, agar aman nyaman, tertib agar tidak kumuh lagi. Tidak ada kaitannya dengan persoalan dengan cipto," ucap dia.

Pembangunan pasar yang baru ini bertujuan agar para pembeli bisa merasa nyaman dalam berbelanja meski di pasar tradisional.

E Trisna Hendarin menyampaikan, ia belum bisa memastikan kapan para pedagang itu akan mulai direlokasi.

Ada beberapa tahapan yang mesti dilakukan, yakni menghitung jumlah pedagang, memetakan jenis dagangan, serta tahapan-tahapan lainnya. "Insya Allah tahun 2020 awal," ucapnya.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved