Ini Salah Satu Penyebab Terjadinya Kemacetan di Titik-titik Tempat Wisata Saat Musim Libur

Setiap momen liburan panjang datang, hampir selalu diringi dengan terjadi penumpukan wisatawan di objek wisata tertentu sehingga menimbulkan kemacetan

Ini Salah Satu Penyebab Terjadinya Kemacetan di Titik-titik Tempat Wisata Saat Musim Libur
Dok.Tribun Jabar
ILUSTRASI: Arus lalu lintas di di sekitar Pos Polisi Beatrix, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (6/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Libur Natal dan Tahun Baru 2020 tinggal menghitung hari.

Setiap momen liburan panjang datang, hampir selalu diringi dengan terjadi penumpukan wisatawan di objek wisata tertentu sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas pada titik tertentu.

Konon, kondisi itu terjadi karena tidak adanya uapaya manajemen kepariwisataan yang baik dan sejumlah pengelola objek wisata, baik objek wisata alam maupun buatan pun masih banyak yang enggan berbagi pengunjung.

"Ya masih sering terlihat sejumlah pengelola objek wisata, terutana yang sudah besar masih rakus terhadap kunjungan wisatawan," kata Ketua Riset Cekungan Bandung, T Bachtiar di sela kegiatan sosialisasi dan simulasi Manajemen Krisis Kepariwisatan di Hotel Arya Duta Hotel, Bandung, Sabtu (14/12/2019).

Menurut Bachtiar, seharusnya pihak pengelola bersikap legowo dan sadar untuk bisa memberikan keamanan dan kenyamanan kepada wisatawannya dengan menutup objek wisatanya sementara waktu jika pengunjung sudah over load.

Tapi yang terjadi sekarang, para pengelola objek wisata malah berlomba-lomba terus menarik para pengunjung, sekalipun sudah oenuh sesak.

"Mereka masih memikirkan bagaimana bisa meraup keuntungan alias mgarawu ku siku, tapi kurang memperhatikan kenyamanan maupun keamanan para pengunjung," ungkapnya.

Selain itu T Bachtiar menilai aksesibilitas menuju objek wisata yang belum dikembangkan oleh pemerintah maupun pengelola.

Menurutnya aksesibilitas menuju ke objek wisata rata-rata masih satu akses, tidak jalan alternatif maupun, seperti papan peringatan, petunjuk alternatif atau alternatif objek wisata lain maupun akses keluar dari objek wisata.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved