Breaking News

Persib Bandung

Robert Alberts Bocorkan Skema Persib Bandung, Jelang Lawan Perseru Badak Lampung FC yang Tanpa Beban

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts memprediksi Perseru Badak Lampung bakal tampil lepas saat bentrok dengan timnya Senin (15/12/2019).

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan, Sleman 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts memprediksi Perseru Badak Lampung bakal tampil lepas saat bentrok dengan timnya pada pekan ke 33, Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Senin (15/12/2019).

Dikatakan Robert Alberts, saat ini tim asuhan Milan Pertovic itu sudah dipastikan tidak bertahan di Liga 1 musim depan.

PREDIKSI SUSUNAN Pemain PERSIB Bandung VS PERSERU Badak Lampung, Bobotoh Minta Diberi Kejutan

Kondisi itu, ujar Robert, patut diwaspadai anak asuhnya karena Perseru kemungkinan tampil tanpa beban apapun.

"Laga yang sangat penting bagi Persib dan kami akan menghadapi Badak Lampung. Semua tahu tim yang akan kami hadapi sudah terdegradasi, pemain yang semula merasakan stres kini mereka bisa bermain dengan bebas dan itu penting bagi tim kami untuk tampil dengan penuh motivasi tinggi," ujar Robert, saat jumpa pers, di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Minggu (15/12/2019).

Robert menjanjikan permainan agresif dan menargetkan mencetak gol cepat di laga nanti.

Persib Bandung Sisakan 2 Laga Terakhir, Begini Kondisi Fisik Pemain Setelah Terkuras di Laga Tandang

Bahkan, ujar Robert, kalau bisa anak asuhnya jangan sampai memberikan kesempatan tim lawan mengembangkan permainan.

"Tempo yang tinggi dan langsung memburu target yang dicari. Kami tidak akan membiarkan Lampung berkembang permainannya dan kami akan mencoba untuk mendominasi pertandingan," katanya.

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts saat mengapresiasi permainan Ghozali Siregar pada laga Persib Bandung dijamu Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (11/12/2019)
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts saat mengapresiasi permainan Ghozali Siregar pada laga Persib Bandung dijamu Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (11/12/2019) (TribunKaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo)

Cegah Kalah di Kandang Terulang

Persib Bandung dijadwalkan menjamu Perseru Badak Lampung, pada pekan ke 33 Liga 1, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, 16 Desember 2019.

Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts menginstruksikan seluruh pemain agar melupakan kemenangan tandang dari Borneo FC.

Saat ini, para pemain harus mulai mengalihkan fokus kepada Perseru yang bakal menjadi lawannya nanti. 

"Setelah pertandingan melawan Borneo (FC), kami tentunya harus fokus lagi untuk menghadapi lawan selanjutnya," ujar Robert, di laman resmi klub, kemarin.

Pada laga nanti, Robert mengaku akan bekerja lebih keras agar mampu menyapu bersih sisa dua laga melawan Perseru Badak Lampung FC dan PSM Makassar di kandang.

Ia tak ingin kekalahan di kandang dari Persela Lamongan kembali terulang saat melawan Perseru dan PSM Makasar.

Sebab, jika Persib kalah makan harapan untuk finish diperingkat lima pun semakin jauh. 

"Kami sudah mendekati target, yaitu untuk lima besar. Dan, pasti kami akan mengerahkan semua tenaga untuk memenangi pertandingan melawan Badak Lampung di kandang," katanya.

Supriyono
Supriyono (BOLASPORT.COM)

Analisis Performa Persib Bandung musim ini

Persib Bandung dinilai sudah salah langkah sejak awal sehingga gagal bersaing untuk menjadi juara Liga 1 2019.

Kesalahan itu adalah pergantian pelatih Persib Bandung dari Miljan Radovic ke Robert Alberts.

"Kita enggak bisa menyalahkan Robert, ini rentetan dari awal. Dari mulai pemilihan Radovic, pemilihan pemain, manajemen segala macam. Ini rentetan dari itu," ujar pengamat sepak bola nasional Supriyono kepada Tribun melalui sambungan telepon, Jumat (13/12/2019).

Maka, Supriyono tak menganggap Robert Alberts yang sepenuhnya disalahkan menyusul permainan Persib Bandung tak konsisten di jalur kemenangan.

Menurutnya, mantan pelatih PSM Makassar itu tak bisa berbuat banyak karena pemain di skuatnya merupakan pilihan pelatih lain.

"Pelatih, kan, tidak bisa cepat dalam mendapatkan sebuah taktikal yang tepat. Dia juga perlu adaptasi karena masih mencari‑cari karena jelas dia tidak memilih pemainnya. Itu yang membuat fluktuaktif, tidak konsisten," katanya.

Miljan Radovic saat jadi pemain dan pelatih Persib Bandung.
Miljan Radovic saat jadi pelatih Persib Bandung, dan saat jadi pemain Persib Bandung. (Kolase Tribun Jabar)

Dia pun mengkritik manajemen Persib Bandung yang memilih Miljan Radovic untuk menjadi pelatih pengganti Mario Gomez.

Padahal, Miljan Radovic tak memiliki track record sebagai pelatih yang menangani tim besar seperti Persib Bandung.

"Saya pernah bilang, waktu dia pemain, kan, dia keren. Jangankan Radovic, Maradona juga keren waktu pemain tapi kan enggak semua mantan pemain itu keren jadi pelatih," ucapnya.

Supriyono berharap, manajemen lebih serius lagi dalam membangun tim untuk menghadapi musim depan.

Termasuk memberi kewenangan kepada Robert Alberts dalam memilih pemain yang sesuai dengan skemanya.

Apalagi, Robert sudah terbukti memiliki kemampuan mumpuni. Dia pernah mengantarkan Arema Indonesia juara.

"Kemudian sampai sekarang performa PSM dengan pemain muda keren. Kan, itu pembangunan basic yang dilakukan Robert," ucapnya.

Dia pun menganggap pelatih asal Belanda itu layak tetap menangani Maung Bandung musim depan.

"Alasannya dia sudah paham benar sepak bola Indonesia dengan track record membawa Arema juara kemudian PSM dia bentuk dengan begitu kuatnya," ujar Supriyono.

Supriyono menyarankan agar Persib Bandung merekrut pemain yang lebih kreatif dan mampu memberikan kontribusi secara permainan di Liga 1 2020.

Makan Konate, pencetak gol tunggal Persib Bandung ke gawang Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (2/2).
Makan Konate, pencetak gol tunggal Persib Bandung ke gawang Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (2/2). (TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA)

"Balikin lagi (Makan) Konate atau beli Renan Silva. Mereka tidak hanya punya kemampuan bola‑bola set piece tapi punya kontribusi untuk tim juga," katanya.

Mengenai Kevin van Kippersluis, Supriyono mengakui performanya tak sesuai ekspektasi. "Dia tidak begitu spesial. Dia cuma punya bola‑bola set piece," ujar mantan pemain tim nasional ini.

Namun, dia mengkritik Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar,  yang mengharapkan pelatih tidak memakai Kevin van Kippersluis lagi untuk musim depan.

"Sebenarnya enggak boleh dong manajemen mengatakan itu. Yang berhak menentukan itu pelatih. Ini sudah salah lagi nantinya," ujar Supriyono.

Kata dia, Robert Alberts selaku pelatih yang memiliki kewenangan untuk merekrut atau melepas pemain. Sebab, pelatih yang paling tau performa pemain.

Robert pun, lanjutnya, merupakan orang yang tahu kebutuhan dan kekurangan tim.

"Jadi evaluasi di akhir musim ini, kemudian pelatih melihat statistiknya, kontribusinya, dan performanya. Baru dia akan laporkan, oh si A dipertahankan, si B dicoret, si C enam bulan (kontraknya), si D setahun. Seharusnya seperti itu," ucap Supriyono. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved