Banjir di Kota Bandung

Sejumlah Titik Kota Bandung Masih Banjir, Kepala DPU Sebut Kolam Retensi Tak Langsung Atasi Banjir

Hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Bandung, Jumat (13/12/2019). Akibatnya, sejumlah ruas jalan pun banjir.

Sejumlah Titik Kota Bandung Masih Banjir, Kepala DPU Sebut Kolam Retensi Tak Langsung Atasi Banjir
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Warga Gang Tresna Asih, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, membersihkan lumpur sisa banjir, Jumat (13/12/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR BANDUNG - Hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Bandung, Jumat (13/12/2019). Akibatnya, sejumlah ruas jalan pun banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan bahwa ada 67 titik banjir cileuncang di Kota Bandung.

"Jumlah titik banjir cileuncang belum berkurang tapi tidak bertambah, namun lama banjir berkurang yang semula satu jam jadi 20 menit," ujar Didi di Balai Kota.

Pengakuan Sedih Vidi Aldiano Idap Kanker Ginjal, Postingan Videonya Langsung Diserbu Para Artis

Didi mengatakan bahwa genangan air masih terlihat di beberapa titik, di antaranya RW 07 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar.

"Banjir di RW 07 karena curah hujan tinggi, tapi tidak lama banjirnya," ujar Didi.

Ia juga mengaku bahwa adanya kolam retensi di Sirnaraga dan basement air di Sungai Citepus, memang tidak serta merta mengatasi banjir di Astana Anyar.

Selain Astana Anyar, beberapa titik langganan banjir adalah Jalan Jakarta, Pasteur, dan Kawasan Margahayu.

"Banjir Jumat yang agak besar di Sukajadi karena curah hujan cukup tinggi," ujarnya.

Kota Bandung Diguyur Hujan Deras Sore Ini, Daerah Cibadak Sempat Banjir

Ke depan, Pemkot Bandung berencana membangun satu lagi kolam retensi di kawasan Jalan Bima.

Namun, sementara ini, lahan yang akan digunakan masih disewa pihak ketiga.

"Pemkot Bandung upayakan agar sewa tidak diperpanjang dan bisa digunakan untuk membangun kolam retensi," katanya.

Didi berharap, masyarakat membantu menambah membuat sumur resapan di rumah masing-masing.

"Saat ini sumur resapan masih sangat sedikit. Setidaknya satu rumah punya satu sumur resapan, karena sumur resapan sangat membantu mengatasi banjir jika di setiap rumah satu sumur," ujarnya.

VIRAL Lamborghini Terbakar di Jalan Surabaya, Ternyata Pelat Nomor Palsu dan Tak Ada STNK

Penulis: Tiah SM
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved