Persib Bandung

Robert Alberts Apakah Masih Layak Jadi Pelatih Persib Bandung di Liga 1 2020 ? Ini Kata Supriyono

Robert Alberts gagal membawa Persib Bandung menjadi juara musim ini, Liga 1 2019. Banyak orang yang mulai menilai pantas tidaknya berlanjut di Persib

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
Kolase Tribun Jabar
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts, Apakah Masih Layak Jadi Pelatih Persib Bandung di Liga 1 2020 ? 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Robert Alberts gagal untuk membawa Persib Bandung menjadi juara musim ini, Liga 1 2019.

Tak hanya pengamat, penecinta sepak bola termasuk para bobotoh sudah banyak memberikan penilaiannya terhadap mantan pelatih PSM Makassar untuk berlanjut atau tidaknya menjadi pelatih Persib Bandung.

Satu di antara pengamat sepak bola Indonesia, Supriyono Prima berpendapat bahwa pelatih asal Belanda itu masih sangat layak menangani Persib Bandung musim depan, Liga 1 2020.

"Kalau aku nilai sih masih (layak dipertahankan), alasannya dia juga sudah paham benar sepak bola Indonesia dengan track record membawa Arema juara kemudian PSM dia bentuk dengan begitu kuatnya, banyak sekali menampilkan pemian- pemain muda," ujar Supriyono kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Jumat (13/12/2019).

Supriyono Prima
Supriyono Prima (Twitter)

Dengan apa yang sudah dilakukan Robert terhadap Arema dan PSM membuat Supriyono yakin bahwa musim depan prestasi Persib akan jauh lebih baik.

Sebab menurutnya, pelatih yang bagus bukan hanya memikirkan carannya untuk meraih kemenangan.

"Tapi bagaiamana meniti, membangun dan membuat sebuah bangunan untuk 2-3 musim yang akan datang. Kasih kesempatan, tidak ada pelatih yang bisa membuat sebuah tim kemudian seperti membalikan telapak tangan," katanya.

Supriyono Sarankan Persib Bandung Beli Renan Silva untuk Gantikan Kevin van Kippersluis

Robert Alberts Gagal Lewati Catatan Manis Mario Gomez di Persib Bandung

Jika manajemen Persib memutuskan untuk mempertahankan Robert, Supriyono mengatakan bahwa kewenangan memilih pemain dan menerapkan startegi menjadi milik pelatih asal Belanda itu.

Jangan sampai Robert tidak diberikan keleluasaan untuk menerapkan apa yang ia ingingkan.

"Ya untuk tim saya pikir dengan sisa waktu tinggal dua pekan ini yah pahamailah keingnan yang diingankan Robert Alberts dalam menajalankan taktikal. Takutnya mereka masih adaptasi, apalagi kan sepak bola tidak jauh dari 3 moment, defend offense dan transisi. kadang-kadang kan yang bermasalah di transisinya, offesne nya oke transisinya bermasalah," ucapnya.

Robert Alberts VS Mario Gomez saat Asuh Persib di Laga Tandang

Persib Bandung telah menyelesaikan semua laga tandang di Liga 1 2019. Namun, apakah hasil yang diperoleh skuat asuhan Robert Alberts ini lebih baik dari musim lalu ketika ditangani Mario Gomez?

Dari 17 kali pertandingan tandang musim ini, Maung Bandung mencatatkan empat kali kemenangan, tujuh kali seri, dan enam kekalahan.

Artinya, Persib mengumpukan 19 poin selama bermain dilaga tandang.

Dari 45 poin yang diperoleh Persib hingga pekan ke 32, laga tandang menyumbang sekira 42.22 persen.

Robert Alberts - Mario Gomez
Robert Alberts - Mario Gomez (Kolase Tribun Jabar/Tribun Kaltim)

Dengan demikian, poin yang dari laga tandang cukup besar karena hampir menyentuh setengahnya.

Tentu saja persentase ini bisa berubah karena Persib masih menyisakan dua partai kandang.

Di laga tandang, Persib terbilang cukup produktif karena mampu mencetak 17 gol. Jika dihitung rata-rata, maka setiap satu pertandingan Persib mampu mencetak satu gol.

Namun, Persib juga memiliki catatan yang lumayan tinggi dijumlah kemasukkan. Dari 17 laga tandang, Persib kemasukan 24 gol. Gawang Persib tidak kemasukkan gol hanya di enam pertandingan.

Persib Bandung semakin dekat ke lima besar setelah berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Borneo FC pada pertandingan pekan ke 32 Liga 1 2019 di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (11/12/2019).
Persib Bandung semakin dekat ke lima besar setelah berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Borneo FC pada pertandingan pekan ke 32 Liga 1 2019 di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (11/12/2019). (TribunKaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo)

Di era Mario Gomez, Persib mencatatkan jumlah kemenangan yang lebih banyak.

Dari 17 kali pertandingan, Persib mampu mengemas enam kemenangan, enam hasil seri, dan enam kekalahan.

Sehingga jumlah poin tandang yang diperoleh Persib pada musim lalu adalah 24.

Dari 52 poin selama kompetisi berlangsung, laga tandang menyumbangkan 46,15 persen.

Musim lalu, produktivitas Persib menjebol gawang lawan pun cukup tinggi.

Ezechiel N Douassel dkk berhasil mencetak 20 gol dan kemasukan sebanyak 22 kali.

Dari statistik yang ada di atas, memang laga tandang musim ini sedikit menurun dibanding musim lalu.

Banyak faktor yang membuat Persib tidak maksimal di laga tandang.

Kiper Persib Bandung I Made Wirawan saat berusaha menangkap bola dalam lawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (11/12/2019). Persib menang 1-0.
Kiper Persib Bandung I Made Wirawan saat berusaha menangkap bola dalam lawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (11/12/2019). Persib menang 1-0. (Tribun Kaltim/Nevrianto Prasetyo)

Jika musim depan Persib ingin menjadi juara, maka laga tandang harus benar-benar dimaksimalkan.

Berkaca pada juara Liga 1 2019 yakni Bali United, enam kemenangan dengan menyisakan satu laga tandang berhasil dikemas oleh Serdadu Tridatu. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved