Penghapusan UN Dikhawatirkan Beberapa Pihak Membuat Motivasi Belajar Turun

Menurut Aam, jika UN dihapus, tidak akan bisa dikontrol sejauh mana kemampuan anak menjelang lulus sekolah

Tribun Jabar/Isep Heri
Ilustrasi Ujian Nasional 

llporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman, Hakim Baihaqi, Cipta Permana, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID - KETUA Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Kota Tasikmalaya, Aam Abdullah, mengaku khawatir terhadap rencana Mendikbud menghapus UN.

Sebab, menurut Aam, jika UN dihapus, tidak akan bisa dikontrol sejauh mana kemampuan anak menjelang lulus sekolah.

Salah satu tolok ukur kemampuan anak adalah melalui UN setelah beberapa tahun mereka sekolah.

"Dihapuskannya UN juga akan mengurangi motivasi anak dalam belajar. Buat apa belajar karena toh nantinya juga akan lulus. Ini menurut saya harus diwaspadai," kata Aam, Kamis (12/12/2019).

Aam mengaku belum mengetahui rencana Mendikbud selanjutnya setelah UN dihapus.

"Tapi, kita tunggu saja," ujarnya.

Ia berharap model pengujian akhir sekolah dari pemerintah tetap ada. Hanya mungkin modelnya bukan UN lagi.

"Model ujian diharapkan tetap ada, tapi mungkin nama dan teknis pelaksanaannya bisa saja berubah. Termasuk materi ujian yang lebih membumi," kata Aam.

Aam mengatakan, jangan sampai pengganti UN nanti mengurangi motivasi anak dalam belajar. Misalkan nanti keluar model ujian yang tidak memengaruhi kelulusan.

"Ini bisa saja membuat si anak berleha-leha, asal lulus. Padahal perguruan tinggi atau instansi pemerintah atau swasta akan menetapkan nilai tinggi bagi yang akan diterima jadi mahasiswa atau pegawai. Ini, kan, seolah jebakan bagi anak," ujar Aam.

Kemendikbud RI Hapus UN Mulai 2021, Emak-Emak di Cirebon: Kenapa Enggak dari Tahun Depan Saja?

Berbeda dengan Aam, Ketua Forum Peduli Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Cucu Rasman setuju dengan rencana menghapus UN.

UN, ujarnya, selalu menjadi momok, baik bagi siswa maupun orang tua.

"Tidak sedikit anak jadi korban setelah UN diterapkan. Begitu mereka dinyatakan tidak lulus, kelanjutan pembelajaran mereka kebanyakan terkatung-katung. Akhirnya mereka memilih DO. Belum lagi rasa malu yang harus ditanggung," kata Cucu.

Namun, Cucu tetap menyarankan model ujian menjelang kelulusan sekolah tetap harus ada. Karena hal itu akan menjadi tolok ukur siswa selama menempuh pendidikan di sekolah.

UN Akan Dihapus pada 2021, Jabar Siap Dukung, Disdik Ciamis Siap Sosialisasikan Secepatnya

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved