UN akan Dihapus, Disdik Kota Cimahi Sebut Lebih Menyenangkan bagi Murid dan Guru
Dinas Pendidikan Kota Cimahi mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI soal penghapusan
Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Dinas Pendidikan Kota Cimahi mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI soal penghapusan Ujian Nasional (UN) pada 2021.
Kadisdik Kota Cimahi, Hendra mengatakan penghapusan UN pada 2021 untuk jenjang tingkat SD, SMP dan SMA bisa memberikan dampak bagi pendidikan di Indonesia, yang selama ini siswa kelulusannya ditentukan dengan nilai akhir.
"Semua itu sudah disepakati dan mendapat dukungan dari semua Kepala Dinas kab/kota," ujar Hendra saat dikonfirmasi Tribun Jabar, Kamis (12/12/2019).
Hendra yang mengikuti rapat Koordinasi bersama Dinas pendidikan Provinsi dan kab/kota se-Indonesia pada Rabu (11/12/2019) kemarin di Jakarta.
• Pelajar Wajib Tahu! Penjelasan Lengkap Nadiem Makarim Soal Penghapusan UN, Bukan jadi Beban Stres
Ia pun mendapatkan penjelasan langsung dari Mendikbud RI Nadiem Makarim soal penghapus UN dan beberapa poin lainnya soal pendidikan Indonesia kedepannya.
Hendra mengatakan pada tahun 2021, Ujian Nasional diganti menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.
Maksudnya asesmen ini bukan dilihat dari mata pelajaran dan hapalan, melainkan literasi dan numerasi serta Surver karakter.
"Jadi semuanya itu harus melihat sampai ke kualitas individu, literasinya gimana, karakternya gimana seperti gotong-royong, bukan hanya hapalan saja," ujarnya
Hendra menjelaskan nantinya Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter tidak dilakukan diakhir jenjang sekolah akantetapi dipertengahan jenjang.
"Asesmen ini bukan diakhir jenjang sekolah penilaiannya, melainkan untuk tingkat SD dikelas 4, untuk SMP dikelas 8 dan SMA di kelas 11," ujarnya.
• Tengok Rumah Bandar Narkoba Kelas Kakap, Isinya Memang Mengejutkan, Ada Binatang Buas, Duit Numpuk
Jadi ujian ditengah jenjang sekolah ini bisa memperbaiki kualitas siswa sebelum siswa atau murid itu lulus.
"Jadi nanti di tingkat akhir diberikan pemahaman dan peningkatan kualitas dari hasil asesmen tersebut," ungkapnya.
Hendra menilai penerapan penilaian terhadap murid atau siswa seperti ini bisa berdampak menyenangkan terhadap Kegiatan Belajar Mengejar disekolah dan bisa melihat bakat dan minat anak tersebut.
"Ini akan menghasillan pembalajaran yang menyenangkan bagi siswa maupun pengejarnya," ujarnya
"Dan bisa melihat bakat dan minat bagi murid/siswa," ujarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mendikbud-nadiem-makarim-bakal-menghapus-ujian-nasional-atau-un-pada-2021.jpg)