Sentilan SBY Untuk yang Bernafsu Berkuasa di 2024, Bilang Tak Etis, Pemerintahan Jokowi Baru Mulai

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) akhirnya muncul menyampaikan pidato refleksi akhir tahunnya.

Sentilan SBY Untuk yang Bernafsu Berkuasa di 2024, Bilang Tak Etis, Pemerintahan Jokowi Baru Mulai
Kolase TribunJabar.id (Instagram Agus Harimurti Yudhoyono dan Kompas.com)
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) akhirnya muncul menyampaikan pidato refleksi akhir tahunnya. 

TRIBUNJABAR.ID - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) akhirnya menyampaikan pidato refleksi akhir tahunnya.

Dalam pidatonya, ada sejumlah hal yang dibahas, termasuk politik dan pemilu.

Terkait pemilu yang akan datang, SBY meminta pihak yang akan berkontestasi menahan diri dulu.

Menurutnya, tak etis jika politikus buru-buru berkontestasi, apalagi dengan semangat dan nafsu mendapatkan kekuasaan di tahun 2024.

"Karena pemerintahan Presiden Jokowi yang kedua, baru mulai melaksanakan tugasnya," ujarnya, dikutip TribunJabar.id dari laman resmi Demokrat, Kamis (12/12/2019).

Menurut SBY, ada hal baru yang didapatkan dari Pemilu 2019, baik itu yang baik maupun yang buruk.

SBY menyebut, pertama kali dalam sejarah, pemilu Indonesia diwarnai politik identitas yang melebih takarannya.

"Juga pertama kali terjadi banyak korban jiwa, baik karena kekerasan maupun bukan," ujarnya.

Waketum Demokrat AHY ungkap doa yang dibacakan SBY.
Waketum Demokrat AHY ungkap doa yang dibacakan SBY. (Kolase Tribun Jabar (Instagram/ahy.id))

Ayah Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) itu mengatakan, beruntung Indonesia tak sampai mengalami perpecahan.

Pasalnya, saat berada di ambang perpecahan dan benturan fisik setelah pemungutan suara, kita semua sadar dan terpanggil.

Halaman
1234
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Widia Lestari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved