Napi di Lapas Sragen dan Cianjur Kendalikan Peredaran Sabu Serta Ganja di Jakarta Timur

Dua narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Sragen dan Cianjur mengendalikan peredaran sabu dan ganja di wilayah Jakarta Timur.

istimewa
ilustrasi sabu 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Dua narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Sragen dan Cianjur mengendalikan peredaran sabu dan ganja di wilayah Jakarta Timur.

Hal itu terungkap berawal dari Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Timur yang menangkap pengedar narkoba berinisial AFS di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (10/12/2019).

Bersamaan dengan itu, polisi pun mengungkap peredaran narkoba jenis sabu seberat 5,47 gram dan ganja 48,3 kilogram yang siap edar ke wilayah Jakarta Timur.

"Dari badan pelaku pengedar ini kita amankan tiga kardus besar di dalamnya berisi 44 bungkus warna hitam berisi ganja seberat 48,3 kilogram dan 10 bungkus plastik klip berisi sabu dengan berat 5,47 gram," kata Arie di Mapolres Metro Jakarta Timur, Kamis (12/12/2019).

Sempat Kabur, Tahanan Kasus Narkoba Mapolresta Malang Lawan Polisi Gunakan Sikat Gigi

Kepada polisi, pelaku mengaku peredaran narkoba yang dijalankannya tersebut dikendalikan oleh dua orang narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan Sragen dan Cianjur.

"Yang tiga kardus berisi ganja itu didapatkan dari napi di Lapas Sragen. Kalau yang sabu didapatkan dari napi di Lapas Cianjur. Mereka komunikasi lewat handphone," ujar Arie.

Seluruh barang bukti tersebut didapatkan AFS dari sejumlah orang yang diperintahkan para napi. AFS dalam kasus ini bertugas mengedarkan narkoba.

"Pengakuan pelaku, barang bukti ini didapatkan dari orang yang tidak dikenalnya instruksi dari napi itu. AFS dapat upah Rp 20 juta jika bisa berhasil mengedarkan seluruh barang bukti," ujar Arie.

Hingga kini polisi masih mendalami kasus tersebut guna membongkar napi yang mengendalikan peredaran narkoba tersebut dan orang-orang yang terlibat.

Adapun tersangka saat ini ditahan di Mapolres Metro Jakarta Timur dan dijerat pasal 114 ayat 2 sub pasal 111 ayat 2 sub pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Kerinduan Terhadap Sosok Chrisye Terbayar di Konser Chrisye Live by Erwin Gutawa di Sabuga Bandung

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved