Kronologi Napi Lapas Sragen dan Cianjur Ketahuan Kendalikan Peredaran Sabu di Jaktim

Dua narapidana di Lapas Sragen dan Cianjur menjadi otak peredaran sabu di wilayah Jakarta Timur.

KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI
AFS (baju tahanan), pengedar narkoba jenis shabu dan ganja di wilayah Jakarta Timur di Mapolres Metro Jakarta Timur, Kamis (12/12/2019), ditangkap polisi pada 10 Desember 2019. Peredaran narkoba yang dilakukannya dikendalikan narapidana di Lapas Sragen dan Cianjur. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Dua narapidana di Lapas Sragen dan Cianjur menjadi otak peredaran sabu di wilayah Jakarta Timur.

Hal itu terungkap setelah Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Timur  menangkap seorang pengedar sabu di Gang H. Tabah, Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (10/12/2019).

Kapolres Metro Jakarta Timur AKBP Arie Ardian mengatakan, pengungkapan peredaran narkoba itu diawali dari laporan masyarakat bahwa kerap ada transaksi narkoba di kawasan Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Polisi pun menelusuri kawasan tersebut.

Napi di Lapas Sragen dan Cianjur Kendalikan Peredaran Sabu Serta Ganja di Jakarta Timur

"Petugas menggeledah tersangka dan berhasil menemukan barang bukti berupa satu paket plastik klip berisi sabu," kata Arie di Mapolres Metro Jakarta Timur, Kamis (12/12/2019).

Arie menjelaskan, pihaknya mengembangkan kasus dengan menggeledah rumah kontrakan pelaku di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

"Di rumah tersebut ada istri siri tersangka inisial RT. Kita geledah rumahnya dan kita temukan barang bukti berupa tiga kardus besar berisi 44 bungkus ganja. Selain itu petugas juga menemukan sembilan paket plastik klip berisi sabu dari dalam kamarnya yang disimpan di bawah TV," ujar Arie.

Kepada polisi, AFS mengaku peredaran narkoba yang dilakukannya dikendalikan oleh narapidana Lapas Sragen dan Cianjur. Dalam kasus ini, AFS hanya bertugas mengedarkan narkoba saja.

Dia mendapatkan narkoba untuk diedarkan dari sejumlah orang yang diperintahkan para narapidana tersebut yang hingga kini masih diburu polisi.

Eks Peragawati Indonesia Ditangkap Bersama Model Malaysia di Kasus Sindikat Pengedar Sabu-sabu

"Yang tiga kardus berisi ganja itu didapatkan dari napi di Lapas Sragen. Kalau yang sabu didapatkan dari napi di Lapas Cianjur. Mereka komunikasi lewat handphone," ujar Arie.

Apabila dapat mengedarkan seluruh sabu, AFS dijanjikan akan mendapat upah sebesar Rp 20 juta.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi yakni, 44 bungkus warna hitam berisi ganja seberat 48,3 kilogram dan 10 bungkus plastik klip berisi sabu dengan berat 5,47 gram.

Hingga kini polisi masih mendalami kasus tersebut guna membongkar napi yang mengendalikan peredaran narkoba tersebut dan orang-orang yang terlibat.

Tersangka saat ini ditahan di Mapolres Metro Jakarta Timur dan dijerat pasal 114 ayat 2 sub pasal 111 ayat 2 sub pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

(Kompas.com/Dean Pahrevi)

Perawat dan Sopir Ambulans di Aceh Tertangkap Basah Polisi Sedang Pesta Sabu di Rumah Sakit

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved