KONI Jabar Optimistis Pertahankan Juara Umum di PON XX Papua

Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin, optimistis Jawa Barat bisa mempertahankan gelar juara umum di PON XX 2020 di Papua.

KONI Jabar Optimistis Pertahankan Juara Umum di PON XX Papua
Lutfi Ahmad
Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, Ahmad Saefudin, optimistis Jabar bisa mempertahankan gelar juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua.

Saat menjadi tuan rumah PON XIX/2016, Jawa Barat menjadi yang terbaik dengan raihan 217 medali emas, 154 perak, dan 158 perunggu.

Satu di antara indikasi Ahmad Saefudin masih yakin adalah kiprah atlet Jabar di Babak Kualifikasi PON dan atlet yang bertarung di SEA Games 2019 di Filipina.

Di ajang tingkat Asia Tenggara itu, atlet asal Jabar menyumbang 24 emas, 25 perak, 29 perunggu atau 35 persen raihan medali Indonesia.

"Kalau dipetakan di PON, kita cenderung tak ada lawan lagi. Memang tidak semua cabang olahraga di SEA Games dipertandingkan di PON (37 cabang olahraga). Faktanya tak kurang dari 120-an atlet yang manggung di SEA Games dan pasti manggung di PON," ucap Ahmad Saefudin di sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Jabar 2019 di Hotel Grand Aquila, Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Rabu (11/12/2019).

Tim Karate Jabar Gelar Selekda untuk Babak Kualifikasi PON XX
Tim Karate Jabar Gelar Selekda untuk Babak Kualifikasi PON XX (tribunjabar/lutfi ahmad mauludin)

Meski membidik target bisa juara umum, Ahmad Saefudin mengatakan tak terlalu peduli kalau nanti tak bisa terwujud.

Menurutnya, ada konsekuensi logis mengenai keterlibatan atlet Jabar yang bertarung di SEA Games. Menurutnya, KONI Jabar harus memelihara mereka agar tetap mempertahankan prestasi di PON nanti.

Main Lebih Tenang, Ezechiel N Douassel Berperan Penting dalam 2 Laga Tandang Persib

Ini Komentar Ketum KONI Jabar Terkait Kepulangan Atlet Pentatlon yang Pulang Naik Angkutan Umum Elf

Ahmad mengakui persiapan menjelang PON mendatang sangat berbeda dengan di PON tahun 2016. Dia gembira karena tanpa pelatihan daerah (pelatda) jangka panjang, atlet Jabar tetap bisa berbicara banyak di BK PON.

Mengenai dukungan pemerintah yang tak seperti ketika menjadi tuan rumah meski analoginya harusnya lebih besar kali ini, Ahmad enggan mengeluh. Baginya, character building pada 2016 sudah terpatri hingga saat itu.

"Keunggulan Jabar di BK dan SEA Games menjadi kekuatan sosial kami. Kami tak akan pernah mengeluh, tidak akan menyampaikan segala kekurangan. Kalau kekuatan pemerintak tidak memenuhi harapan, kami punya plan tersendiri. Muaranya Jabar tetap ingin mempertahankan gelar juara," ucapnya.

Tim panjat tebing Jawa Barat berhasil meloloskan 11 atlet untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional XX ( PON XX) 2020 di Papua, setelah menjadi runner up pada BK PON di Surabaya 27 September-1 Oktober 2019.
Tim panjat tebing Jawa Barat berhasil meloloskan 11 atlet untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional XX ( PON XX) 2020 di Papua, setelah menjadi runner up pada BK PON di Surabaya 27 September-1 Oktober 2019. (Istimewa)

Untuk itu, di RAT kali ini, KONI ingin berkolaborasi dengan KONI daerah dan pengurus provinsi cabang olahraga guna mencari cara agar tetap memiliki motivasi mempertahankan juara umum.

Selain itu juga disampaikan kiat-kiat apa saja untuk mengatasi persoalan di Papua nanti.

"Handicap (rintangan) di Papua tak akan mudah dalam hal situasi sosial, misalnya. Di sana (kondisinya) jauh dibanding kita. Tapi dalam hal kebinekaan, saya rasa tak ada masalah," ucapnya.

Ahmad mengatakan, KONI akan semaksimal mungkin memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada atlet demi prestasi.

"Sehingga kolaborasi apa yang harus kami bangun kepada KONI daerah atau pengprov sehingga atlet di sana nyama seperti nyaman di kita," katanya.

Penulis: Sugiri
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved