Cirebon Ditanami 20.000 Pohon, Bupati: Jangan Sampai Saat Kemarau Sulit Air, Saat Hujan Malah Banjir

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, di Kabupaten Cirebon, akan ditanami sebanyak 20 ribu pohon.

Cirebon Ditanami 20.000 Pohon, Bupati: Jangan Sampai Saat Kemarau Sulit Air, Saat Hujan Malah Banjir
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Pemkab Cirebon menanam pohon di Hutan Kota Sumber, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (12/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Pemerintah Kabupaten Cirebon, melakukan Gerakan Nasional (Gernas) Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Pemkab Cirebon menanam pohon di Hutan Kota Sumber, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (12/11/2019).

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, di Kabupaten Cirebon, akan ditanami sebanyak 20 ribu pohon.

Sebagian kecil ditanam di Hutan Kota Sumber yang adalah ruang terbuka hijau (RTH) sekitar kawasan kantor Pemkab Cirebon.

"20 ribu bibit pohon itu, nantinya disebar di banyak daerah, mulai dari sekolah sampai kantor kecamatan," kata Imron.

Selain itu, kata Imron Rosyadi, pada musim kemarau, sebagian besar wilayah di Kabupaten Cirebon kerap terdampak bencana kekeringan, sehingga kesulitan mendapatkan air bersih.

Walhi Jabar Dukung Pemprov Soal Pemulihan RTH Termasuk Tanam Pohon bagi yang Mau Nikah dan Cerai

Dibutuhkan 24 Juta Pohon untuk Perbaiki DAS Citarum, Pemulihan di 2019 Jabar Tanam 17.150 Pohon

Imron menyebabkan, salah satu penyebabnya adalah minimnya daerah resapan di Kabupaten Cirebon, terutama di sekitar DAS.

"Jangan sampai saat kemarau kesulitan mendapatkan air tapi pada saat musim hujan malah banjir. Ini harus diminimalisir dari sekarang," kata Imron Rosyadi.

Imron mengatakan, penanaman pohon yang dilakukan oleh pemerintah pun sebagai bentuk kecintaan terhadap lingkungan dan upaya untuk menghijaukan Kabupaten Cirebon.

Dikatakan Imron, masyarakat pun diminta kerjasamanya untuk bersama-sama memelihara ribuan pohon yang akan ditanam nanti, sehingga lahan kritis pun dapat berkurang.

"Harus bisa dipelihara, makanya kami sebar ke seluruh daerah," kata Imron Rosyadi.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved