Ujian Nasional Dihapus

UN Dihapus Menteri Nadiem, Guru dan Siswa Jadi Merdeka, Tapi Mantan Wapres Jusuf Kalla Tidak Senang

Soal penghapusan UN dan USBN ini ternyata tak membuat mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla gembira. Sebab, tolak ukur kualitas pendidikan sulit dilakukan

UN Dihapus Menteri Nadiem, Guru dan Siswa Jadi Merdeka, Tapi Mantan Wapres Jusuf Kalla Tidak Senang
Rina Ayu/Tribunnews.com
Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, menghapus Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), bekal membuat anak-anak sekolah dan orangtuanya gembira.

Sebab, selama ini UN atau USBN menjadi momok menakutkan bagi mereka. Memang tak semengerikan di era beberapa tahun lalu, sebelum nilai UN digabung dengan penilaian pihak sekolah, untuk menentukan kelulusan siswa.

Soal penghapusan UN dan USBN ini ternyata tak membuat mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla gembira.

Sebab, penghapusan UN dan USBN membuat pengukuran atau tolak ukur kualias pendidikan di Indonesia menjadi sulit dilakukan.

Jusuf Kalla mengatakan UN masih relevan sebagai alat tolak ukur kualitas pendidikan di Indonesia.

Ditetapkan Sebagai Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto Tawarkan Kalla dan Luhut Posisi Strategis

"UN masih relevan diterapkan," kata Jusuf Kalla usai menerima penganugerahan doktor honoris causa di bidang penjaminan mutu pendidikan dari Universitas Negeri Padang, Kamis (5/12/2019).

Jusuf Kalla mengatakan jika UN dihapuskan maka pendidikan Indonesia akan kembali seperti sebelum tahun 2003 dimana UN belum diberlakukan.

Saat itu, tidak ada standar mutu pendidikan nasional karena kelulusan dipakai rumus dongkrakan, sehingga hampir semua peserta didik diluluskan.

Dulu ada sistim Ebtanas yang menerapkan cara nilai ganda dan menaikkan nilai bagi yang kurang di daerah.

"Kalau di Jakarta anak dapat nilai 6, mungkin di Mentawai atau Kendari, atau di kampung saya di Bone dapat 4. Lalu dibikinlah semacam teori dan justifikasi untuk mengkatrol nilai 4 itu menjadi 6," kata Jusuf Kalla.

Soal Wacana Penghapusan Ujian Nasional, Nadiem Makarim: 2020 Masih Ada UN

Halaman
1234
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved