PT Pertamina Akan Bangun Industri Petrokimia di Indramayu, Nilai Investasinya Hampir Rp 100 Triliun

PT Pertamina (Persero) akan bangun pabrik Industri Petrokimia di Kabupaten Indramayu pada tahun 2020 mendatang.

Tribun Jabar/Handhika Rahman
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam kegiatan Daya Matur Kesuwun Ngampura Program Riksa Budaya Jawa Barat 2019 di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Rabu (11/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - PT Pertamina (Persero) akan bangun pabrik Industri Petrokimia di Kabupaten Indramayu pada tahun 2020 mendatang.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, nilai investasi yang akan digelontorkan PT Pertamina di Kabupaten Indramayu hampir Rp 100 triliun.

"Akan ada investasi besar-besaran terbesar di Jawa Barat tahun depan dan akan hadir di Indramayu nilainya hampir Rp 100 triliun," ujar dia dalam kegiatan Daya Matur Kesuwun Ngampura Program Riksa Budaya Jawa Barat 2019 di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Rabu (11/12/2019).

Dalam hal ini, dirinya menekankan kepada pihak perusahaan agar memperioritaskan pekerja yang merupakan warga Kabupaten Indramayu.

Ia juga akan meminta kepada pihak perusahaan untuk melatih warga Indramayu selama 2 tahun awal agar paham teknis dalam menjalan tugasnya nanti.

"Dalam 2 tahun saya sebagai gubernur mensyaratkan investor itu melatih warga Indramayu asli untuk paham teknisi investasi itu," ucap dia.

Ridwan Kamil menginginkan, masyarakat Kabupaten Indramayu kedepan tidak lagi harus berpindah keluar kota ataupun keluar negeri untuk mencari rezeki.

"Karena pekerjaan banyak, maka (masyarakat Indramayu) tidak usah pindah-pindah ke tempat lain, paling nikmat itu tinggal di negeri sendiri, di kampung sendiri tapi rezekinya rezeki kota," ujar dia.

Di tempat yang sama, Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat menambahkan, pembangunan perusahaan itu rencananya akan dibangun di Kecamatan Balongan.

Saat ini, proses pembangunan industri itu hanya tinggal menunggu proses pembebasan lahan saja.

Setelah proses itu selesai baru akan dilakukan pembangunan.

"Insya allah kita sudah sosialisasi termasuk untuk penetapan lokasi dan alhamdulillah tanggal 10 kemarin sudah diumumkan oleh direktur utama pertamina dan sudah mendapat persetujuan pak gubernur," ujar dia.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved