Kamis, 16 April 2026

Melamar Kerja di Era Milenial Tak Perlu Bawa Berkas Lamaran Cukup Scan Barcode, Hadir 2 Hari di Sini

Ribuan orang memadati bursa kerja atau job fair di Kantor Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta 532, Kota Bandung, Rabu (11/12/2019)

Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Ribuan orang memadati bursa kerja atau job fair di Kantor Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta 532, Kota Bandung, Rabu (11/12/2019). Tidak seperti bursa kerja kebanyakan, deretan gerai di sini tidak menerima berkas lamaran dalam bentuk kertas yang biasa dibundel dalam map, pelamar cukup melakukan scan barcode. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ribuan orang memadati bursa kerja atau job fair di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta 532, Kota Bandung, Rabu (11/12/2019).

Bursa kerja yang membuka sebanyak 1.318 lowongan dari 35 perusahaan dan balai latihan kerja di Bandung Raya ini akan digelar sampai Kamis (12/12).

Tidak seperti bursa kerja kebanyakan, deretan gerai di sini tidak menerima berkas lamaran dalam bentuk kertas yang biasa dibundel dalam map.

Informasi Lowongan Kerja BUMN PT Cogindo untuk Lulusan SMK, Cek Persyaratannya

Ribuan Pencari Kerja Padati Bursa Kerja di Dome Bale Rame Soreang, Begini Kata Bupati Bandung

Para pencari kerja cukup memindai QR Code atau kode matriks atau barcode dua dimensi ( Quick Response Code)

yang terpampang di setiap gerai perusahaan menggunakan kamera ponsel pintarnya.

Setelah dipindai melalui aplikasi pemindai atau secara langsung pada fitur kameranya, QR Code ini akan membuka langsung laman setiap perusahaan yang dituju.

Para pencari kerja pun tinggal memasukkan data diri pada laman tersebut atau mengirimkan data diri berformat PDF ke laman tersebut.

Seorang pencari kerja asal Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Putria (21), mengatakan telah mengetahui keberadaan bursa kerja tersebut melalui media sosial instagram.

Setelah mengetahui sistem pengajuan lamaran di bursa kerja ini, Putria pun tidak menyiapkan dan tidak membawa data diri berbentuk lembaran kertas.

"Aku sudah apply di satu perusahaan, untuk posisi akuntan. Praktis ya jadinya tidak usah bawa map berisi lamaran. Milenial banget, cukup scan barcode dan isi lamaran lewat HP. Saya siapkan data diri format PDF sih, dan surat lamarannya," kata alumnus Politeknik Praktisi Bandung ini di kegiatan tersebut.

Pencari kerja lainnya asal Ujungberung, Kota Bandung, Muhamad Hasan (20), mengatakan awalnya dia kebingungan dengan sistem pengiriman lamaran kerja di bursa kerja tersebut. Namun, setelah bertanya kepada pencari kerja lainnya, lulusan SMA ini akhirnya bisa mengirimkan lamaran ke tiga perusahaan.

"Saya bawa map berisi berkas lamaran sih, tiga map. Takutnya dibutuhkan. Ternyata enggak butuh, cukup lewat HP semuanya. Harus download aplikasi pembaca kode dulu, baru bisa masuk. Saya sudah masukkan lamaran ke lima perusahaan," katanya.

Hasan berharap cara melamar tanpa kertas ini dapat diterapkan di bursa kerja lainnya. Dengan demikian, selain ramah lingkungan, cara ini dinilai lebih sederhana dan mudah, seperti gabungan antara melamar pekerjaan via email dengan via bursa kerja.

Staf HRD di salah satu perusahaan yang ikut bursa kerja tersebut, Deriana, mengatakan perusahaanya, Log In Megastore, baru kali ini mengikuti bursa kerja dengan cara yang lebih canggih. Dengan demikian, pihaknya tidak usah membawa tumpukan map berisi lamaran ke kantornya.

"Biasanya kan di bursa kerja lainnya manual saja. Kami mencari calon pekerja di delapan posisi di perusahaan kami, dari mulai admin, kasir, staf, sampai programmer. Dalam tiga jam ini, terhitung sudah ada 200 lamaran kerja yang masuk," katanya.

Upaya Pemprov Jabar

Sekretaris Disnakertrans Jabar Agus E Hanafiah mengatakan bursa kerja tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran di Jawa Barat yang saat ini mencapai 1,9 juta orang. Bursa kerja ini membidik pencari kerja usia 17 sampai 45 tahun.

Agus mengatakan dari 1.318 lowongan yang disediakan oleh 35 perusahaan ini, tergolong menjadi 119 jenis pekerjaan.

Sekretaris Disnakertrans Jabar Agus E Hanafiah dalam Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kamis (5/12/2019).
Sekretaris Disnakertrans Jabar Agus E Hanafiah dalam Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kamis (5/12/2019). (Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam)

Mulai dari bidang informasi, automotif, farmasi, perhotelan, kuliner, makanan, tekstil, keperawatan, sampai pekerja migran di luar negeri.

Para calon pekerja, katanya, tidak usah membawa map, cukup membawa handphone berisi data diri atau curiculum vitae dan data digital lainnya yang biasa dibutuhkan untuk melamar pekerjaan.

"Bursa kerja yang kami selenggarakan berbeda dengan bursa kerja sebelumnya, karena ini proses transisi dari konvensional ke teknologi informasi. Pelamar tidak usah bawa map, cukup handphone saja untuk scan barcode perusahaan yang dituju," kata Agus.

Selain bekerja di perusahaan di Bandung Raya, katanya, dalam bursa kerja tersebut pun dibuka lowongan kerja untuk jadi pekerja migran ke Malaysia dan Polandia dengan jumlah mencapai 250 lowongan.

Agus mengatakan dinasnya memantau proses pendaftaran hingga seleksi pelamar bahkan hingga kelulusan pelamar. Hal itu guna menghapus stigma bursa kerja yang biasanya berakhir tidak jelas. Di acara ini pun ada gerai untuk pendaftaran ke balai pelatihan kerja.

"Ada kesepahaman dengan perusahaan, mari kita terbuka tentang proses perekrutan sistem seleksi,diselenggarkan, testing, pas pengumuman kita dikasi tahu, yang paling penting gimana transparansi bagi yang tidak lulus," ucap dia.

Dengan demikian, kata dia, bursa kerja yang mereka selenggarakan benar-benar mempertemukan orang-orang yang memiliki kompetensi di bidangnya dengan perusahaan yang membutuhkan.

Agus mengatakan, saat ini jumlah angkatan kerja di Jabar mencapai 23,8 juta jiwa, sedangkan yang sudah memiliki pekerjaan sebanyak 21,9 juta jiwa.

Sisanya 1,9 juta jiwa merupakan pengangguran terbuka. Jumlah tersebut nomor dua dari bawah untuk tingkat nasional karena Jabar jumlah penduduknya terbanyak di Indonesia dan arus migrasinya tinggi. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved