Lantik Para Kades, Bupati Tasikmalaya: Ingat, Jangan Main Perempuan

Gunakan dana-dana yang ada nanti untuk memakmurkan masyarakat. Juga ingat jangan mengkhianati istri

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, memberi ucapan selamat kepada para kades yang dilantik di gedung PGRI Manonjaya, Selasa (10/12/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, meminta para kepala desa (kades) yang sudah dilantik, tidak "mencari kesempatan dalam kesempitan" dalam menjalankan tugas enam tahun ke depan.

Ia berharap para kades bijak dan jujur dalam menggunakan anggaran untuk desa.

"Bekerja lah dengan jujur. Gunakan dana-dana yang ada nanti untuk memakmurkan masyarakat. Juga ingat jangan mengkhianati istri. Istri itu punya peran besar dalam memenangkan pilkades serta pendorong semangat saat kerja nanti," kata Ade, saat melantik puluhan kades di gedung PGRI Kecamatan Manonjaya, Selasa (10/12/2019) petang.

Ade menandaskan, dirinya tidak ingin mendengar adanya kades yang main perempuan.

"Ulah-ulah seperti itu, main perempuan, tidak ingin saya dengar. Apalagi sampai menimbulkan prahara rumah tangga," ujar Ade Sugianto disambut gelak tawa para kades.

Ade juga menitip para kades agar memperbaiki data-data penduduk berkaitan dengan warga miskin yang harus menerima bantuan pemerintah, melalui kepemilikan KIS, KIP dan lainnya.

Perempuan PNS di Tasikmalaya Ditemukan Tewas Tergantung di Kusen Pintu Kamar

Korupsi Dana Desa, Kades di Buton Kabur 2 Tahun, Ditangkap di Batam

"Bukan rahasia lagi kan, di lapangan ada orang yang sebenarnya mampu tapi malah punya KIS. Sementara nenek sebatangkara, hidup sendiri dengan rumah gubuk, malah tidak memiliki satu pun kartu," kata Ade Sugianto.

Dia meminta para kades memperbaiki data-data warga miskin lebih akurat. Data itu diserahkan ke kecamatan dan masuk kantor Dinas Sosial, selanjutnya diserahkan ke pemerintah pusat sebagai perubahan data.

"Saya juga berpesan, penggunaan dana yang masuk ke desa, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, digunakan sesuai peruntukannya. Diluar peruntukan, walau demi kepentingan masyarakat, tetap akan terjerat hukum," ujar Ade. 

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved