Viral Video Fenomena Angin Puting Beliung di Dekat Pelabuhan, Ini Penjelasan BMKG

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti kapan fenomena angin puting beliung terjadi.

Viral Video Fenomena Angin Puting Beliung di Dekat Pelabuhan, Ini Penjelasan BMKG
screencapture instagram@ndorobeii
Video angin puting beliung yang disebut terjadi di Pelabuhan Kamal, Madura. Video ini diunggah akun @ndorobeii 

TRIBUNJABAR.ID - Fenomena angin puting beliung di atas laut tertangkap dalam sebuah video yang direkam seorang warganet.

Video diduga terjadi di kawasan Pelabuhan Kamal, Madura, Jawa Timur.

Rekaman singkat fenomena angin puting beliung menjadi viral dan menjadi perbincangan setelah diunggah oleh akun Instagram @ndorobeii.

Dalam postingan ini, @ndorobeii memberikan keterangan:

"Ndoro ijin melapor telah ada kejadian angin puting beliung di daerah Kamal mau arah ke suramadu 
... !!!
Kiriman @dafatamborez168."

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti kapan fenomena angin puting beliung terjadi.

Penjelasan BMKG

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, M.Si mengatakan puting beliung adalah fenomena angin kencang yang bentuknya berputar menyerupai belalai gajah.

Biasanya angin puting beliung keluar dari awan jenis Cumulonimbus (CB) dan banyak terjadi di wilayah daratan.

Miming melanjutkan, apabila fenomena yang mirip puting beliung tersebut juga terjadi di atas permukaan air.

Angin puting beliung ini dinamakan water spout.

"Mekanisme pembentukan kedua fenomena tersebut adalah sama, berasal dari sistem awan CB," ujar Miming dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Selasa (10/11/2019).

Angin puting beliung sendiri terbentuk dari sistem awan jenis CB.

Ttetapi perlu dipahami adalah tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena puting beliung.

Ada kondisi tertentu lain yang menyebabkan terjadinya fenomena puting beliung.

"Seperti kondisi labilitas atmosfer yang melebihi ambang batas tertentu yang mengindikasikan udara sangat tidak stabil dan kondisi angin di sekitarnya," jelas Miming.

Miming menambahkan, fenomena angin puting beliung umumnya terjadi pada periode masa transisi atau peralihan musim.

Umumnya terjadi sekitar Maret-Mei atau September-November.

"Namun pada beberapa kasus dapat terjadi diluar periode bulan tersebut, hal itu tergantung pada kondisi atmosfer setempat," terang Miming.

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lewat website resminya, web.meteo.bmkg.go.id mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, Selasa (10/12/2019).

Peringatan dini cuaca ekstrem ini berdasarkan temuan BMKG mengenai sirkulasi siklonik di Utara Kalimantan sebesar 925/850mb dan di Australia bagian barat sebesar 925/850mb.

Selain itu terdapat konvergensi memanjang di Perairan utara Pulau Kalimantan dan Laut Halmahera hingga Perairan utara Biak.

Belokan angin terdapat di Perairan barat Sumatera, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Low level Jet dengan kecepatan angin diperkirakan mencapai >25 knot terdapat di Laut Cina Selatan hingga Laut Natuna Utara.

Hal tersebut mendasari dirilisnya peringatan dini cuaca ekstrem untuk beberapa wilayah di Indonesia.

Beberapa wilayah di Indonesia diprakirakan berpotensi terjadi hujan lebat dan hujan lebat disertai angin kencang, petir/kilat.

Menghadapi fenomena cuaca ekstrem, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, M.Si memberikan tips untuk mengantisipasi fenomena ini.

Berikut tipsnya:

1. Jika terdapat pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh agar segera ditebang untuk mengurangi beban berat pada pohon tersebut

2. Memperkuat bagian atap rumah yang rapuh karena sangat mudah sekali terhempas oleh puting beliung atau angin kencang , sedangkan atap rumah yang permanen, kemungkinannya kecil untuk terhempas.

3. Apabila melihat awan yang tiba-tiba gelap, padahal sebelumnya cerah, sebaiknya untuk tidak mendekati daerah awan gelap tersebut

4. Cepat berlindung dalam ruangan yang kokoh, hindari berdiri di dekat pepohonan yang berpotensi roboh, atau menjauh dari lokasi kejadian karena fenomena tersebut sangat cepat terjadi

5. Masyarakat dihimbau untuk selalu update informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG, dapat melalui kontak langsung atau kanal informasi website resmi bmkg.go.id atau media sosial @InfoBMKG.

(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved