Selesai Geledah Kantor BPR Indramayu, KPK Lanjut ke Rumah Direktur Utama BPR Indramayu Sugiyanto

Setelah menggeledah kantor BPR Indramayu, tim penyidik kemudian bergerak ke Jalan Yos Sudarso, Indramayu.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Bupati Indramayu, Supendi menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019) dini hari. KPK resmi menahan empat orang tersangka yakni Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bdang Jalan Dinas PUPR Wempy Triyono, dan pihak swasta Carsa AS sebagai penyuap dengan barang bukti sebesar Rp 685 juta, perhiasan, serta sepeda terkait transaksi proyek di Dinas Pekerjaan Umum. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan penggeledahan di kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Indramayu.

Penggeledahan dilakukan pada Selasa (10/12/2019) sejak pukul 10.00 WIB.

Penggeledahan dilakukan terkait proses penyidikan kasus dugaan suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019 yang menjerat Bupati Indramayu nonaktif Supendi.

"Kami lakukan penyitaan sejumlah dokumen-dokumen keuangan terkait dugaan suap terhadap Bupati (Supendi)," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).

Setelah menggeledah kantor BPR Indramayu, tim penyidik kemudian bergerak ke Jalan Yos Sudarso, Indramayu.

Di sana, KPK melakukan penggeledahan berikutnya, yaitu di rumah Direktur Utama BPR Indramayu Sugiyanto.

"Penggeledahan di lokasi kedua mulai dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Info lebih lanjut akan kami update kembali," kata Febri.

Sebelumnya, Senin (9/12/2019) kemarin tim penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi. Pemeriksaan dilakukan di Polres Cirebon Kota.

"Saksi dari unsur Pemkab Indramayu Dan swasta. Pada para saksi didalami informasi tentang dugaan pengaturan proyek-proyek di Dinas PUPR dan penerimaan uang dari rekanan-rekanan," ungkap Febri.

KPK telah menetapkan Bupati Indramayu, Jawa Barat Supendi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan kekuasaannya.

Selain Supendi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya yakni, Kadis PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kabid Jalan di Dinas PUPR Indramayu Wempy Triyono, serta satu pihak swasta Carsa AS.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved