Operasi Batu Saluran Kemih Tanpa Luka? Bagaimana Caranya?

Kejadian batu saluran kemih tertinggi didapatkan pada usia produktif, yaitu 20-49 tahun

Operasi Batu Saluran Kemih Tanpa Luka?  Bagaimana Caranya?
Istimewa
Tim Dokter Spesialis Urologi RS. EMC Tangerang 1. dr. Ilhandy Oetama, Sp.U 2. dr. Alex hadi Siswanto, Sp.U 3. dr. Arie Asnafi, Sp.U 4. dr. Dian Kartika Rezia, Sp.U 

Ditulis Oleh Tim Dokter Spesialis Urologi RS. EMC Tangerang
1. dr. Ilhandy Oetama, Sp.U
2. dr. Alex hadi Siswanto, Sp.U
3. dr. Arie Asnafi, Sp.U
4. dr. Dian Kartika Rezia, Sp.U

Batu saluran kemih merupakan salah satu penyakit yang cukup banyak ditemukan di dunia. Berdasarkan penelitian tahun 2018, didapatkan angka kejadian batu saluran kemih bervariasi di tiap wilayah Asia sebesar 1-19,1%.

Kejadian batu saluran kemih tertinggi didapatkan pada usia produktif, yaitu 20-49 tahun, dan pria diketahui lebih sering menderita batu saluran kemih dibanding wanita.

Banyak faktor yang mendasari timbulnya batu saluran kemih, antara lain pola makan, asupan cairan, iklim, pekerjaan dan tingkat Pendidikan, hingga factor genetic dan kelainan metabolisme.

Batu saluran kemih bisa terbentuk di sepanjang saluran kemih mulai dari ginjal, ureter, hingga kandung kemih dan uretra. Adanya batu di saluran kemih dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi mulai dari infeksi, sumbatan aliran urine, hingga kerusakan ginjal jika dibiarkan dalam jangka lama.

Keluhan yang ditimbulkan oleh adanya batu saluran kemih beragam tergantung letaknya, namun keluhan yang paling sering muncul biasanya berupa nyeri pada pinggang.

Nyeri pinggang yang disebabkan oleh adanya batu saluran kemih umumnya berupa nyeri kolik (hilang-timbul), dan kadang bisa saja dirasakan menjalar hingga daerah selangkangan ataupun kemaluan.

Kencing yang keruh ataupun bercampur darah juga bisa menjadi tanda adanya batu di sepanjang saluran kemih.

Batu pada kandung kemih juga seringkali menimbulkan keluhan berkemih seperti rasa nyeri saat kencing, kencing yang sedikit-sedikit, atau tidak tuntas. Jika batu menyebabkan infeksi maka bisa juga menimbulkan gejala infeksi sistemik seperti adanya demam, mual dan muntah, badan lemas, dan lain-lain.

Kapan harus periksa ke dokter?

Halaman
12
Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved