Kantor BPR Indramayu Digeledah KPK Sejak Tadi Pagi, Belum Diketahui Hasil Penggeledahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Indramayu, Selasa (10/12/2019) pagi.

Instagram/kang_supendi
Bupati Indramayu Supendi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Indramayu, Selasa (10/12/2019) pagi.

Penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019 yang menjerat Bupati Indramayu nonaktif Supendi.

"Penggeledahan sejak pukul 10 pagi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).

Febri belum bisa membeberkan hasil penggeledahan tersebut.

Karena saat ini penggeledahan masih berlangsung.

Selain itu, Senin (9/12/2019) kemarin tim penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi.

Pemeriksaan dilakukan di Polres Cirebon Kota.

"Saksi dari unsur Pemkab Indramayu dan swasta. Pada para saksi didalami informasi tentang dugaan pengaturan proyek-proyek di Dinas PUPR dan penerimaan uang dari rekanan-rekanan," ungkap Febri.

KPK telah menetapkan Bupati Indramayu, Jawa Barat Supendi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan kekuasaannya.

Selain Supendi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya yakni, Kadis PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kabid Jalan di Dinas PUPR Indramayu Wempy Triyono, serta satu pihak swasta Carsa AS.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved