Hingga Desember 2019, 26 Kasus Kejahatan Terhadap Anak Terjadi di Ciamis dan Pangandaran

Pada tahun 2019, sudah terjadi 26 kasus kejahatan terhadap anak di Kabupaten Ciamis dan Pangandaran.

Tribun Jabar
Ilustrasi Kekerasan pada Anak 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Pada tahun 2019, sudah terjadi 26 kasus kejahatan terhadap anak di Kabupaten Ciamis dan Pangandaran.

Hal itu disampaikan Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, dalam acara dialog interaktif “Pencegahan Kejahatan Terhadap Anak dan Penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum” di Aula PKK Ciamis, Selasa (10/12/2019).

Ia mengatakan bahwa jumlah yang sama juga terjadi pada 2018.

Pria di Takalar Tega Cabuli Anak Kandung Berusia 15 Tahun Selama 2 Tahun, Kini HJ Hamil

Ke-26 kasus tersebut terdiri atas kasus penganiayaan (3 kasus), sodomi (2 kasus) dan persetubuhan/cabul (21 kasus).

Dari kasus tersebut, ternyata pelaku adalah orang terdekat, semisal teman (6 kasus), pacar (6), tetangga (11), guru (2), orang tua tiri (1), dan orang tua kandung (1).

Sementara pada tahun 2019 ini sampai awal Desember, juga sudah terjadi 26 kasus terhadap anak.

Dengan rincian penganiayaan (7 kasus), sodomi (1 kasus), dan pencabulan (18 kasus).

Tahun 2019, jumlah kasus penganiyaan terhadap anak meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2018.

Sama seperti 2018, pelaku kejahatan terhadap anak kebanyakan merupakan orang terdekat.

Di antaranya, teman sendiri (10 kasus), pacar (8), tetangga (4), guru (1) dan orangtua tiri (1).

Sedangkan ditinjau dari waktu kejadian, kebanyakan kasus kejahatan terhadap anak dilakukan pada pukul 12.00 sampai pukul 18.00 usai pulang sekolah (10 kasus), kemudian pukul 18.00-24.00 (8 kasus), dini-pagi 00.00-06.00 (4 kasus) dan pagi–siang 06.00-12.00 (4 kasus).

Ketua Komnas Anak, Arist  Merdeka Sirait SH saat tampil sebagai pembicara pada kegiatan dialog interatif/seminar tentang  pencegahan kejahatan terhadap anak di Aula PKK   Ciamis, Selasa (10/12). Kegiatan yang dipandu moderator KH Fadil Yani Ainul Syamsi (Kang Icep) tersebut digagas oleh POlres Ciamis
Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait SH saat tampil sebagai pembicara pada kegiatan dialog interatif/seminar tentang pencegahan kejahatan terhadap anak di Aula PKK Ciamis, Selasa (10/12). Kegiatan yang dipandu moderator KH Fadil Yani Ainul Syamsi (Kang Icep) tersebut digagas oleh POlres Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Pria 55 Tahun di Brebes Tega Cabuli Sejumlah Anak di Bawah Umur, Imingi-imingi Uang Rp 4000

Kejahatan terhadap anak terbanyak terjadi di Ciamis Kota ( 7 kasus), kemudian di Banjarsari, Lakbok dan Sidamulih ( masing-masing 3 kasus), di Cikoneng dan Padaherang (masing-masing 2 kasus). Dan di Panjalu, Cipaku, Cisaga, Langkaplancar, dan Pangandaran masing-masing 1 kasus. 

“Kasus kejahatan terhadap anak di Ciamis dan Pangandaran didominasi kasus asusila dengan berbagai modus operandi,” jelas Kapolres  Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso.

Ia meminta warga tidak diam saja jika mengetahui ada kejahatan terhadap anak di lingkungannya.

“Harus segera lapor langsung, bila enggan bisa lewat SMS atau WA ke petugas. Di Polres Ciamis ruang unit PPA-nya akan direnovasi agar lebih ramah anak dan SDM-nya juga ditingkatkan. Anak-anak yang jadi korban, tersangka atau saksi bisa enjoy saat menjalani pemeriksaan,” katanya.

Hingga Meninggal, Casuni, Ibu Muda di Indramayu Tak Pernah Bertemu Anak Kandungnya

Penulis: Andri M Dani
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved