SEA Games 2019
BABAK II DIMULAI, Link Live Streaming RCTI Final Timnas U23 Indonesia vs Vietnam, Garuda Tertinggal
Timnas U-22 Vietnam mampu mengungguli timnas U-22 Indonesia pada paruh pertama pertandingan final SEA Games 2019.
TRIBUNJABAR.ID - Laga babak kedua Timnas U-23 Indonesia vs Timnas U-23 Vietnam sudah kembali dimulai
Timnas U-22 Vietnam mampu mengungguli Timnas U-23 Indonesia pada paruh pertama pertandingan Final SEA Games 2019.
Timnas U-22 Indonesia akan menghadapi Vietnam dalam laga pamungkas SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Filipina pada Selasa (10/12/2019) pukul 19.00 WIB.
Vietnam berhasil unggul untuk sementara lewat sundulan Doan Van Hau pada menit ke-38.
Dikutip dari BolaSport.com Kedua kesebelasan langsung bermain menyerang untuk bisa menciptakan keunggulan di awal-awal pertandingan.
Akan tetapi, Vietnam tampil lebih mendominasi timnas U-22 Indonesia dalam 10 menit awal laga.
Namun, skuad Garuda Muda juga tak mau terus ditekan dan mulai mencoba keluar dari tekanan Vietnam.
• Timnas U-22 Indonesia Masuk Final SEA Games 2019, Keluarga dan Tetangga Evan Dimas Nobar di Balai RW
• Pesan Pemain Legendaris Persib Bandung untuk Timnas U-23 Indonesia di Final SEA Games 2019
Beberapa kali melalui bola-bola pendek nan cepat yang diperagakan anak asuh Indra Sjafri tersebut sempat membuat Osvaldo Haay cs berbalik menekan Vietnam.
Timnas U-22 Indonesia sudah harus melakukan pergantian pemain pertamanya lebih cepat setelah Evan Dimas tak bisa melanjutkan pertandingan akibat cedera saat laga baru memasuki menit ke-20.
Pada menit ke-25, Syahrian Abimanyu dimasukkan coach Indra Sjafri untuk menggantikan Evan Dimas yang ditarik keluar.
Pertandingan mulai berangsur imbang semenjak masuknya Syahrian Abimanyu.
Garuda Muda mulai bisa mengendalikan tempo permainan dan penguasaan bola untuk memberikan tekanan kepada tim berjulukan The Golden Star itu.
• Final SEA Games 2019, Pemain Timnas U-23 Indonesia Berambisi Besar Tekuk Vietnam, Nanti Malam
• Timnas U-23 Indonesia vs Vietnam di Final SEA Games 2019, Memori Medali Emas 28 Tahun Lalu
Petaka datang kepada Garuda Muda pada menit ke-38 setelah Vietnam berhasil menjebol gawang Nadeo Argawinana.
Memanfaatkan skema tendangan bebas di sisi kanan pertahanan timnas U-22 Indonesia, Doan Van Hau berhasil menanduk bola kiriman Nguyen Thanh Chung.
Bola tandukkan Doan Van Hau tersebut menghujam deras ke gawang Nadeo Argawinata yang membuat Vietnam unggul 1-0 untuk sementara.
Gol tersebut menjadi yang pertama dan terakhir di babak pertama laga final SEA Games 2019 malam hari ini.
Susunan Pemain:
Indonesia (4-5-1): 12-Nadeo Argawinata; 14-Asnawi Mangkualam, 5-Bagas Adi, 2-Andi Setyo, 11-Firza Andika; 16-Sani Rizki, 15-Saddil Ramdani, 8-Witan Sulaiman, 7-Zulfiandi, 6-Evan Dimas (17-Syahrian Abimanyu 25'); 20-Osvaldo Haay.
Pelatih: Indra Sjafri.
Vietnam (4-3-3): 30-Nguyễn Văn Toản; 3-Huỳnh Tấn Sinh, 21-Nguyen Duc Chien, 4-Hồ Tấn Tài, 5-Đoàn Văn Hậu; 8-Nguyen Trong Hoang, 16-Do Hung Dung, 18-Nguyen Thanh Chung; 22-Nguyen Tuen Linh, 14-Nguyen Hoang Duc, 9-Hà Đức Chinh
Pelatih: Park Hang Seo
Detik-detik Evan Dimas Alami Cedera
Gelandang andalan timnas U-22 Indonesia, Evan Dimas, mengalami cedera pada babak pertama laga final SEA Games 2019 kontra Vietnam.
Timnas U-22 Indonesia mengalami kerugian akibat cedera yang dialami Evan Dimas pada babak pertama final SEA Games 2019 kontra Vietnam di Rizal Memorial Stadium, Selasa (10/12/2019).
Dikutip dari BolaSport.com, kaki kiri Evan Dimas diinjak secara brutal oleh Doan Van Hau, bek Vietnam yang bermain untuk klub Belanda, Heerenveen.
Evan dilanggar dalam keadaan sedang tidak menguasai bola setelah melepas umpan pendek kepada rekan setim.
Van Hau menghampirinya, lalu menginjak pergelangan kaki kiri Evan hingga menekuk dan dia kehilangan keseimbangan.
Evan tumbang, kemudian meringis kesakitan dan harus menerima bantuan untuk dipapah keluar lapangan permainan.
Link Live Streaming RCTI TV Online Timnas U-23 Indonesia vs Vietnam
Keterangan :
Jadwal sewaktu-waktu bisa berubah
Tribunjabar.id tidak Bertanggungjawab atas Kualitas dan Isi Live Streaming RCTI
Menimbang-nimbang Strategi
Dikutip dari Kompas.com, laga final SEA Games 2019 yang mempertemukan timnas U23 Indonesia vs Vietnam akan berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Selasa (10/12/2019).
Menilik catatan penampilan hingga mencapai final, Indonesia tidak boleh menerapkan strategi bertahan jika ingin menang dan meraih medali emas.
Dari enam laga yang sudah dijalani, Indonesia tercatat memiliki empat clean sheet.
Sisanya, Indonesia kebobolan empat gol dari dua laga. Uniknya, gawang Indonesia selalu kebobolan ketika memilih untuk mengendurkan serangan dan bertahan untuk menjaga keunggulan.
• Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar Akui Sudah Kantongi Calon Pemain untuk Liga 1 2020, Tapi . . .
• Pesan Pemain Legendaris Persib Bandung untuk Timnas U-23 Indonesia di Final SEA Games 2019
Pertama, hal itu terjadi pada laga ketiga Grup B saat Indonesia kalah 1-2.
Indonesia pada laga itu sebenarnya sempat unggul 1-0 lewat gol Sani Rizki Fauzi di babak pertama.
Indonesia kemudian mengubah strategi dengan pertahanan dalam atau deep defending pada babak kedua.
Hasilnya, gawang Nadeo dua kali kebobolan dan Indonesia harus kalah.
Menurut pelatih timnas U23 Indonesia, Indra Sjafri, strategi deep defending itu dipilih untuk membuat Vietnam keluar.
"Kami mencoba untuk memancing Vietnam untuk menyerang dan berharap ada counter attack di sana. Namun, percobaan kami selalu gagal," kata pelatih Indra Sjafri, pada 1 Desember lalu dikutip Antaranews.
Hal serupa juga terjadi pada laga semifinal saat Indonesia melawan Myanmar.
Pada laga tersebut, Indonesia harus memastikan kemenangan hingga babak perpanjangan waktu.
Sempat unggul 2-0, lini pertahanan Indonesia dihukum oleh Vietnam lewat dua gol penyeimbang yang terjadi hanya dalam kurun waktu tiga menit.
Dua gol penyeimbang Vietnam tercipta karena kesalahan Zulfiandi dan kiper Nadeo Argo Winata.
Pada saat unggul 2-0, serangan Indonesia saat itu memang sedikit mengendur.
Alhasil, Myanmar sukses membuat Indonesia menguras tenaganya hingga perpanjangan waktu.
Melihat dua laga ini, Indra Sjafri harus berpikir dua kali jika ingin menggunakan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Indonesia seharusnya tampil menyerang dengan mengandalkan kedua sisi sayap yang menjadi kekuatan Garuda Muda.
Apalagi, pelatih Vietnam, Park Hang-seo, mengakui jika kedua sisi sayap Indonesia sangat berbahaya.
"Indonesia membuat 17 gol di fase grup SEA Games ini, di mana 70-80 persen di antaranya bersumber dari pergerakan di sayap kanan dan kiri. Itu menjadi salah satu perhatian kami dalam persiapan untuk laga final," kata Park Sang Heo.
Pemain Timnas U-23 Indonesia, Saddil Ramdani dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Minggu (1/12/2019).
Timnas Indonesia kalah 1-2 dari Vietnam. dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Minggu (1/12/2019).
Skema Vietnam juga tidak berbeda jauh dengan Indonesia yang mengandalkan strategi 4-2-3-1.
Dua pemain Vietnam, Ha Duch Chinh dan Nguyen Tien Linh, perlu diwaspadai.
Keduanya menjadi yang tersubur di kubu tim berjuluk The Golden Stars tersebut.
Duc Chinh mencetak delapan gol, sedangkan Tien Linh enam gol untuk Vietnam.
Namun, keduanya jarang dipasang bersamaan karena karakternya yang berbeda.
Duch Chinh lebih sering diplot sebagai striker murni karena punya karakter pembunuh ketika di kotak penalti entah itu lewat kakinya maupun kepala.
Tak heran jika delapan gol yang dia cetak, lima di antaranya dari sundulan dan sisanya lewat sepakan.
Adapun Tien Linh tipikal penyerang dengan mengandalkan kecepatan dan kerap adu sprint dengan bek lawan.
Dari enam gol yang dia buat di SEA Games 2019, lima di antaranya dari kaki.
Secara keseluruhan Indonesia dan Vietnam punya statistik yang sama. Indonesia dan Vietnam sudah mencetak 21 gol dan kebobolan empat kali.
Namun, secara hasil Vietnam lebih baik karena belum merasakan kekalahan. (Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/final-sea-games-2019-timnas-indonesia-u-23-vs-timnas-vietnam-u-23.jpg)