Satu dari Tiga Balita Alami Stunting, Begini Cara Mencegahnya Menurut Ahli

Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban ganda permasalahan gizi yaitu kekurangan gizi dan kelebihan berat badan.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Dr Akim memaparkan fakta soal balita stunting dan cara pencegahannya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, BOGOR - Dr Akim Dharmawan, Praktisi Kesehatan dan Gizi, mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban ganda permasalahan gizi yaitu undernutrition atau kekurangan gizi dan overweight kelebihan berat badan.

"Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi stunting Indonesia mencapai 30,8%. Di Bogor sendiri, 1 dari 3 anak baduta dan balita mengalami stunting, 12,6% balita di Kabupaten Bogor menderita gizi buruk dan kurang, serta 5,8% balita di Kabupaten Bogor kurus," ujar Akim dalam workshop Bidik Nutrisi dan Photography Danone di The Place, Kota Bogor, Senin (9/12/2019).

Ia mengatakan, penurunan stunting memerlukan implementasi intervensi lintas sektor, yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif secara terintegrasi di tingkat pusat dan daerah.

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Tasikmalaya Menurun tapi Kasus Stunting Masih Banyak

Menurutnya, dalam upaya pencegahan stunting, dibutuhkan perubahan perilaku berkelanjutan terkait intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif mulai dari individu, kelompok, hingga masyarakat luas.

"Salah satunya adalah dengan meningkatkan kesadaran berbagai lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai hal-hal yang dapat berpengaruh pada kondisi stunting, mulai dari pentingnya nutrisi pada periode emas 1000 Hari Pertama Kehidupan (termasuk masa kehamilan), pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat, kondisi ketersediaan pangan sehat di sekolah, pangan yang disajikan di rumah setiap hari, dan berbagai kesempatan lainnya.

Ia mengatakan, intervensi gizi spesifik meliputi asupan gizi, tata laksana, pemeriksaan rutin, dan lainnya.

Sedangkan intervensi gizi sensitif terdiri dari penyediaan air bersih dan sanitasi, lingkungan, pendidikan, dan lainnya.

“Untuk mewujudkan pillar ke-2 dalam Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting yaitu kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku, media memiliki peran yang sangat besar untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada masyarakat. Hal ini dapat disampaikan melalui artikel, audiovisual, maupun foto,” kata Dr Akim.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved