Peringati Hari Antikorupsi, Ini yang Dilakukan Kejari Kota Bandung

Tidak hanya menjadi suatu masalah yang kompleks dan meluas, kejahatan korupsi dinilai sudah bersifat sistemik.

Peringati Hari Antikorupsi, Ini yang Dilakukan Kejari Kota Bandung
Tribun Jabar/ Daniel Andreand Damanik
Pembagian stiker dan bunga mawar kepada pengendara kendaraan bermotor di Kota Bandung yang dilakuka oleh jajaran Kejaksaan Negeri Kota Bandung dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional, Senin (09/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - 09 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Anti Korupsi Internasional. Kejaksaan Negeri Kota Bandung melakukan upacara dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bandung, Jl Jakarta, Senin (09/12/2019).

Kepala Kejari Bandung Nurizal Nurdin saat membacakan sambutan Jaksa Agung RI, Burhanuddin, menegaskan bahwa aparatur Kejaksaan harus menjadi garda terdepan dan memiliki peran penting dalam penegakan hukum.

"Kita sudah sepatutnya menggerakkan dan mendorong masyarakat untuk menjadi bagian gerakan moral dalam memerangi korupsi di level mana pun," kata Jaksa Agung pada sambutannya yanf dibacakan Nurizal Nurdin, Senin (09/12/2019).

Tidak hanya menjadi suatu masalah yang kompleks dan meluas, kejahatan korupsi dinilai sudah bersifat sistemik.

Kerap kali, tumbuh suburnya korupsi merupakan bagian dari masifnya kekuasaan ekonomi, hukum, dan Politik dan bahkan merupakan bagian dari sistem tersebut.

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, KPK Punya Terobosan Baru? Bahas Diskon Hukuman Koruptor & Sarana

Sistem yang korup, tidak jarang memaksakan individu untuk melakukan korupsi. Tidak cukup hanya melalui langkah pemberantasan yang bersifat sinergis, komplementer, terintegrasi, namun orientasi penanggulangan juga harus memberikan soluai yang mampu memperbaiki sistem.

Nurizal Nurdin juga mengatakan bahwa kejahata korupsi sudah semakin canggih karena sudah memanfaatkan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sikap permisif dari lapisan masyarakat, dianggap menjadi penghambat besar untuk terbebasnya negeri ini dari perbuatan korupsi.

Jaksa Agung Republik Indonesia mengakui bahwa masih ada oknum-oknum yang tidak henti-hentinya melakukan tindakan tidak terpuji yang mengakibatkan wibawa dan citra Kejaksaan secara keseluruhan menjadi ikut tercoreng.

Semangat perubahan yang akan ditularkan dari penerapan Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani, diharapkan menjadi salah satu ikhtiar yang patut dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.

Hari Anti Korupsi, Tersangka Meikarta Minta Perlindungan Presiden & Berharap pada Dewan Pengawas KPK

"Saya tegaskan, bahwa saya tidak akan menoleransi setiap bentuk perbuatan tercela dan penyimpangan lainnya. Kita membutuhkan keteladanan kuat yang dipelopori oleh hadirnya penegak hukum Kejaksaan yang konsisten serta berintegritas dalam pemberantasan korupsi," katanya.

Setelah melakukan upacara, sejumlah Jaksa dari Kejari Kota Bandung membagikan stiker dan membagikan bunga mawar kepada pengendara kendaraan bermotor di bawah jembatan layang pelangi, Antapani, Kota Bandung.

Selain sejumlah Jaksa yang membagika stiker dan kembang mawar, turut berpartisipasi juga puluhan siswa SMA dan Mahasiswa dalam upacara dan membagikan stiker serta mawar kepada pengendara.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved