FGD Fisip Unpas: Era Revolusi Industri 4.0, Tuntut Industri Televisi Adaptasi Kebutuhan Pemirsa

Rochsan Rudianto mengatakan, di tengah tantangan era teknologi dan revolusi industri 4.0 saat ini media televisi di Indonesia, diyakini masih bertahan

FGD Fisip Unpas: Era Revolusi Industri 4.0, Tuntut Industri Televisi Adaptasi Kebutuhan Pemirsa
Tribun Jabar/Cipta Permana
Suasana FGD bertajuk "Masa Depan Industri Televisi di Era Digital" di laboratorium Studio Televisi Prodi Ilmu Komunikasi kampus FISIP Unpas, Jalan Lengkong, Kota Bandung. Minggu (8/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perkembangan di era distruptif saat ini, telah hanya memberikan dampak perubahan di berbagai sektor kehidupan dan perilaku masyarakat terhadap sesuatu hal bersifat baru. Hal itu pun berlaku pada peran dan fungsi dari media massa, khusustnya indutri televisi saat ini.

Mantan Kabiro RCTI Jawa Barat, Rochsan Rudianto mengatakan, di tengah tantangan era teknologi dan revolusi industri 4.0 saat ini, media televisi di Indonesia, diyakini masih akan mampu bertahan. Hal itu, didasari oleh jumlah pemirsa atau penonton yang masih membutuhkan tayangan program, sehingga menjadi alternatif sarana penyebar informasi secara fakta dan hiburan bagi masyarakat di tanah air.

"Segmen penonton televisi secara nyata bukan hanya masyarakat yang berada di kota-kota besar atau urban, tetapi juga di wilayah sub urban, dimana televisi bisa jadi menjadi satu-satunya sumber hiburan yang dapat mereka peroleh," ujarnya dalam kegiatan FGD bertajuk "Masa Depan Industri Televisi di Era Digital" di Laboratorium Studio Televisi Prodi Ilmu Komunikasi kampus FISIP Unpas, Jalan Lengkong, Kota Bandung. Minggu (8/12/2019).

Meski demikian, lanjutnyaperubahan perilaku di tengah perkembangan zaman saat ini pun, harus pula diwaspadai oleh para pegiat industri layar kaca. Pasalnya penggunaan gawai yang masif di masyarakat, telah turut berdampak pada, pengalihan kebutuhan sumber informasi dan hiburan yang selama ini menjadi produk unggulan yang ditawarkan dari industri televisi

Oleh karena itu, diperlukan upaya antisipasi yang perlu dilakukan oleh industri televisi yaitu, membuat konten yang sangat disukai dengan mengetahui siapa segmentasi pemirsanya.

"Kalau kita tidak tahu siapa target pemirsa kita, mau sebaik apapun program yang dibuat, tapi ternyata salah sasaran, maka akan sia-sia. Jadi mengetahui dan memahami kebutuhan segmentasi pemirsa menjadi poin utama dalam membuat program atau konten," ucapnya

Selain itu, dengan hadirnya berbagai akses teknologi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat, industri televisi pun harus mampu adaptif dengan hal tersebut, semisal tayangan program televisi harus pula dapat masuk dalam platform digital yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Termasuk, adanya daya dukung SDM yang kompeten atau berkualitas, agar mampu menyajikan informasi yang betul-betul memiliki kredibilitas dan dipercaya oleh para pemirsanya.

"Dengan upaya tersebut tentunya ada cost cukup besar yang harus dikeluarkan, tapi itu merupakan konsekuensi yang harus dihadapi guna mempertahankan eksistensi industri televisi di era saat ini," katanya.

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved