Angkat Cerita Tentang Desanya, Novelis Asal Indramayu Ini Raih Juara 1 Sayembara Novel DKJ 2019

Vovel berjudul Aib dan Nasib yang ia ikut sertakan dalam sayembara itu berlatar belakang Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu

Angkat Cerita Tentang Desanya, Novelis Asal Indramayu Ini Raih Juara 1 Sayembara Novel DKJ 2019
Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Minanto (27) novelis asal Indramayu yang menerima penghargaan juara 1 dalam sayembara novel yang digelar Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2019, Minggu (8/12/2019) malam. 

Di dalam novel itu, ia juga memasukkan tokoh-tokoh di mana karakteristik tokoh itu adalah cerminan dari teman-temannya di Desa Tegalurung.

"Beberapa tokoh yang saya ciptakan dalam novel itu sebenarnya nyata dari teman-teman saya, kalau teman-teman saya baca, mereka pasti bakal mengenali siapa tokoh itu," ucapnya.

Melalui novel itu Minanto ingin turut berkontribusi memperkenalkan Kabupaten Indramayu kepada khalayak umum, khususnya Desa Tegalurung.

"Ya walaupun dalam cerita ini tidak sepenuhnya faktual karena ada elemen fiksinya dan hanya terjadi di Tegalurung saja, kisah ini umum bisa terjadi sama siapa saja dan dimana saja," ucapnya.

Minanto mengisahkan, dalam ceritanya ia ingin menyuarakan suara orang-orang marginal seperti orang-orang yang tidak dianggap oleh keluarganya, dan tidak dianggap oleh masyarakat.

"Kenapa saya kasih judul Aib dan Nasib, awalnya saya tidak memikirkan judul, saya memikirkan nasib orang-orang yang saling berkaitan satu sama lain," ujarnya.

Dirinya bercerita, tokoh utama dalam ceritanya itu bernama Boled-Boled, tokoh ini digambarkan memiliki kepribadian setengah sinting. Ia juga bertetangga dengan seorang gadis yang hamil di luar nikah bernama Buladia.

Adapun konflik yang ingin Minanto hadirkan, yakni kesenjangan sosial masyarakat yang kerap kali memberi stigma negatif terhadap orang-orang yang memiliki aib.

Melalui novelnya, ia ingin mengkampanyekan bahwa setiap orang yang memiliki aib tidak selalu harus dikucilkan dan dianggap sebagai sampah masyarakat.

"Dalam novel itu, mereka akan bersentuhan dengan aibnya masing-masing, menyembunyikan aibnya masing-masing, saat semua terbongkar kita tahu kita sama-sama jelek di mata masyarakat tidak ada yang sempurna dari kita," ujar dia.

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved