Kerangka Manusia yang Ditemukan di Hutan Petak Parongpong KBB Belum Teridentifikasi

Kapolsek Cisarua Kompol Ikhwan Heriyanto, mengatakan, untuk melakukan identifikasi kerangka manusia cukup sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama

Istimewa/Polsek Cisarua
Polisi saat mengamankan kerangka manusia di Kawasan Hutan Petak, Blok 62 Sumur Bandung RPH Cisarua, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PARONGPONG- Kerangka manusia yang ditemukan di Kawasan Hutan Petak, Blok 62 Sumur Bandung RPH Cisarua, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga saat indentitasnya belum teridentifikasi.

Untuk mengetahui identitas secara detail kerangka yang ditemukan pada Selasa (3/12/2019) itu, polisi masih menunggu hasil autopsi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kapolsek Cisarua Kompol Ikhwan Heriyanto, mengatakan, untuk melakukan identifikasi kerangka manusia memang cukup sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Belum (teridentifikasi) kami masih menunggu hasil dari RSHS. Biasanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (8/12/2019).

Untuk mengetahui indentitas kerangka manusia tersebut, kata Ikhwan, pihaknya terus berkoordinasi dengan ahli forensik dan sejauh ini pihaknya sudah menjelaskan ke ahli terkait barang bukti yang dipakai korban saat ditemukan.

Lokasi Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Cisarua Sulit Dijangkau, Jalan Kaki Turuni Bukit 2 Km

Penemuan Kerangka Manusia Tanpa Kepala, Ada Juga Sumur dan Gapura, Kemungkinan Lokasi Kuburan Kuno

Dalam penemuan kerangka manusia tersebut, polisi hanya menemukan barang bukti gelang warna hitam, jam tangan warna putih, gelang kain warna merah putih biru dan gelang plastik di kaki kanan.

"Kami sudah menjelaskan (ke ahli) barang bukti yang sudah kami amankan, barangkali dengan barang bukti yang menempel dikerangka itu ada keluarga yang mengenalinya," kata Ikhwan.

Diberitakan sebelumnya, penemuan korban berjenis kelamin laki-laki yang diduga meninggal sejak lima bulan yang lalu itu ditemukan saat seorang warga bernama Ahmad akan mencari rumput.

Saat itu dia melihat kerangka manusia tersebut dalam kondisi sudah terpisah, kemudian melaporkan ke pihak RPH dan anggota Polsek Cisarua.

"Kami temukan mayat itu di aliran sungai, dugaan awal korban ini terpeleset lalu terseret aliran air sungai, hingga meninggal dunia," ucapnya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved