Anak-anak Gembira Ada di Taman Baca Klug Purwakarta, Baca Hingga Dengar Dongeng

Mereka tampak antusias menyimak dongeng di saung bambu. Sang pendongeng adalah pengasuh Taman Baca Klug.

Anak-anak Gembira Ada di Taman Baca Klug Purwakarta, Baca Hingga Dengar Dongeng
Tribun Jabar/Ery Candra
Anak-anak saat berada di Taman Baca Klug, di Kampung Pengkolan, RT 01/01, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Minggu (8/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Puluhan anak-anak ramai mendatangi Taman Baca Klug di Purwakarta, Minggu (8/12/2019).

Mereka tampak antusias menyimak dongeng di saung bambu. Sang pendongeng adalah pengasuh Taman Baca Klug.

Seusai mendengarkan dongeng, anak-anak pun belajar menulis ulang dongeng tersebut dalam cerita pendek.

Aprizal Fajri Ardiansyah (8), satu di antara anak-anak tersebut mengaku senang bisa datang ke taman baca tersebut.

Di sana, ia bisa membaca buku, belajar menulis cerita pendek, hingga mendengar dongeng.

"Seru bisa datang ke sini, mudah-mudahan nanti buku ceritanya banyak," ujar Fajri di Kampung Pengkolan, RT 01/01, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Minggu (8/12/2019).

CTPS Harus Jadi Life Style Anak-anak Kabupaten Bandung

4 Tempat Wisata di Bandung yang Cocok Dikunjungi Pas Musim Hujan, Bisa Bikin Anak-anak Betah

Hal serupa disampaikan anak lainnya, Shaila Fathiatul Husna Al Matira (9). Dia menuturkan sering datang ke Taman Baca Klug pada hari libur sejak tiga tahun lalu.

Ditambah pada hari ini, ia dan anak-anak lain juga bisa bernyanyi dan menonton video bersama-sama.

"Senang banget, aku juga dapat hadiah. Semoga taman baca ini terus ada," katanya.

Pendiri Taman Baca Klug, Dian Handayani (23) menyebut hari ini mereka mengangkat tema "Pekan Membaca Gembira".

Pekan Membaca Gembira bertepatan dengan puncak perayaan hari jadi Taman Baca Klug yang didirikan pada 4 Desember 2016.

"Untuk mengajak anak-anak kilas balik yang telah dilakukan. Dulu awalnya 30 buku, itu dari berbagai donatur 80 persen. Sekarang syukur sudah 700 buku," ujarnya.

Tak hanya membaca, bersama rekan-rekannya, Dian Handayani bertujuan mengenalkan sejarah permainan tradisional, mendongeng, hingga menulis cerita versi anak-anak.

"Ingin memantik imajinasi mereka dulu agar nyaman. Sehingga nanti bisa membaca sendiri, lebih mencintai dan suka membaca," katanya.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved