Ivan Gunawan Pernah Buat Kelopak Mata di Salon Ilegal, Biayanya Rp 9 Juta, Merasa Tak Rugi

Perancang busana Ivan Gunawan mengakui bahwa ia pernah menggunakan jasa operasi pembuatan kelopak mata di Nana Eyebrow Beauty Indonesia pada tahun 201

Ivan Gunawan Pernah Buat Kelopak Mata di Salon Ilegal, Biayanya Rp 9 Juta, Merasa Tak Rugi
KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA
Ivan Gunawan usai diperiksa sebagai saksi berkait salon kecantikan ilegal di Polres Metro Jakarta Utara, kawasan Koja, Jumat (6/12/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Perancang busana Ivan Gunawan mengakui bahwa ia pernah menggunakan jasa operasi pembuatan kelopak mata di Nana Eyebrow Beauty Indonesia pada tahun 2016.

Hal itu dia katakan setelah diperiksa di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (6/12/2019).

Diketahui, sebelumnya Nana Eyebrow Beauty Indonesia digerebek Polres  Metro Jakarta Utara di Pantai Indah Kapuk, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara pada Kamis (14/11/2019).

"Bayar Rp 9 juta, enggak di-endorse," kata Ivan Gunawan di Mapolres Metro Jakarta Utara.

Kakek 72 Tahun di Dompu Kepergok Cabuli Nenek 87 Tahun, Sempat Cekcok dengan Saksi Sebelum Kabur

Ivan Gunawan mengaku mendapat rekomendasi dari banyak orang menggunakan jasa salon tersebut tanpa ia tahu itu ilegal.

Saat pembuatan kelopak mata itu, pelayanan oleh pemilik salon yang merupakan warga negara asing (WNA) asal China itu terasa profesional sehingga Ivan Gunawan sama sekali tidak curiga.

"Ini saya enggak merasa dirugikan, mata saya enggak apa-apa, enggak datang dua kali untuk melakukan retouch setelah saya lakukan pada tahun 2016," ujar Ivan Gunawan.

Adapun Ivan Gunawan diperkirakan datang ke Mapolres Metro Jakarta Utara pada pukul 10.00 WIB dan menjalani pemeriksaan sekitar dua jam.

Ivan Gunawan mengaku banyak ditanyai polisi seputar kapan ia datang ke salon bernama Nana Eyebrow itu, bagaimana proses pengerjaan, dan efek setelah operasi.

Jelang PSS Sleman vs Persib Bandung, Supardi Absen, Laskar Sembada Pede Abis, Maung Siap Bangkit

Periksa saksi lain

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved