Rabu, 3 Juni 2026

Tikungan Jalur Tanjakan Emen Diperhalus, Proyeknya Dimungkinkan Terlambat

Jalur penyelamatan dan perbaikan alinyemen atau perbaikan geometri jalan sedang dikerjakan di Tanjakan Emen dan Turunan Emen di Kecamatan Ciater

Tayang:
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
mega nugraha/tribun jabar
Ilustrasi: Turunan dan tikungan tajam di Tanjakan Emen, lokasi kejadian kecelakaan bus yang menewaskan 27 orang, Sabtu (10/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jalur penyelamatan dan perbaikan alinyemen atau perbaikan geometri jalan sedang dikerjakan di Tanjakan Emen dan Turunan Emen di Kecamatan Ciater Kabupaten Subang. Sejumlah kecelakaan maut kerap kali terjadi di kawasan itu.

"Tujuannya untuk meminimalisir resiko kecelakaan di kawasan tersebut," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek itu, Aan Heryadi saat dihubungi via ponselnya, Jumat (6/12/2019).

Proyek Jalur Penyelamatan di Tanjakan Emen, Jika Hujan Deras Lumpur Campur Air Meluber ke Jalan

Jalur penghubung Subang itu jika dilewati dari arah Bandung, berupa turunan tajam mulai dari pintu masuk wisata Tangkuban Perahu hingga kawasan wisata Sariater. Adapun dari arah Subang, jalurnya menanjak.

"Di turunan tajam itu, kami bangun jalur penyelamatan. Yang sudah dibangun baru satu, lokasinya di sebelum tikungan Cicenang. Dua jalur penyelamatan lainya sedang dibangun di dua titik sebelumnya," katanya.

Selain membangun jalur penyelamatan, pihaknya juga memperbaiki geometri jalan. Seperti pelebaran jalan di sepanjang kurang dari 2 km

"Jadi ada pelebaran jalan sepanjang kurang dari 2 km. Termasuk di tikungan-tikungan tajam di sepanjang jalur itu. Jadi misalnya, dari tikungan yang sebelumnya tajam, kini jadi lebih lebar dan tidak terlalu tajam. Pelebarannya mulai dari 1 hingga 3 meter," ujar Aan.

Pantauan Tribun di situs LPSE Jabar, proyek itu bernama penataan jalur penyelamatan dan perbaikan alinyemen. Tendernya pada Mei 2019 dengan pagu anggaran Rp 18 M.

"Iya betul, lahan yang digunakannya,2,5 hektare di lahan PT Perkebunan Negara. Saat ini progresnya baru 50 persen dan harus selesai 30 Desember," kata Aan.

Dengan progress baru 50 persen, proyek itu kemungkinan terlambat dari waktu yang sudah ditentukan. Meski begitu, proyeknya akan dilanjutkan tahun depan.

"Karena dulu saat awal, ada kendala perizinan dengan PTPN saat pengkuran lahan. Jadi ada potensi keterlambatan," ujarnya.

Ini Harapan Bobotoh Geulis asal Garut, Kalau Persib Bandung vs PSS Mainnya . . . Jangan Harap Menang

CEGAH Ular Masuk ke Dalam Rumah, Berikut Ada Sejumlah Langkah yang Disarankan Pakar

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved