Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia Siap Sukseskan Siaran Televisi Digital di 34 Provinsi

Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI) siap menyukseskan siaran televisi digital bagi masyarakat di seluruh

Penulis: Fasko dehotman | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Fasko Dehotman
Penandatanganan MOU untuk mewujudkan sistem penyiaran Indonesia yang berkualitas dan profesional di Suagi Grand Ballroom Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, No 83, Bandung, Jumat (6/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI) siap menyukseskan siaran televisi digital bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini sebagai dukungan nyata ATSDI terhadap komitmen pemerintah, dalam mewujudkan penyiaran di Indonesia yang profesional dan pemerataan informasi ke seluruh daerah.

Sekjen Asosiasi Televisi Digital Indonesia (ATSDI), Tulus Tampubolon, menuturkan, siaran televisi digital merupakan salah satu denyut nadi dari kemajuan bangsa.

"Siaran televisi saat ini memiliki daya saing yang ketat. Tidak hanya dari segi kompetesi lokal saja, tapi juga kompetesi global," ujar Tulus kepada awak media, ditemui di Suagi Grand Ballroom Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, No 83, Bandung, Jumat (6/12/2019) siang.

Tulus mengaku, terhitung sejak Agustus 2019, industri penyiaran telah melakukan digitalisasi ke 12 provinsi di Indonesia.

Made Wirawan Ingin Bayar Kekecewaan Usai Persib Kalah di Dua Laga, PSS Jadi Sasaran

Siaran televisi digital masyarakat ini telah dilakukan pertama kali di daeraah Nunukan, Kalimantan Utara, pada 31 Agustus 2019.

"Setelah kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat, siaran televisi digital akan diterapkan di 22 provinsi lainnya pada Maret 2020 nanti," kata Tulus.

Tulus menambahkan, tantangan terbesar dalam menerapkan siaran televisi digital adalah kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Kualitas SDM mempengaruhi kualitas konten penyiaran. Oeh karena itu, pemerintah dan asosiasi terkait harus bekerja sama meningkatkan kualitas masing-masing Industri penyiaran," tegas Tulus.

Menurut Tulus, digitalisasi siaran mampu menghasilkan teknologi yang luar biasa efisien serta inovatif.

Nestapa Yeyen Ibu Muda Asal Bandung, Stroke Setelah Melahirkan, Anaknya Derita Infeksi Selaput Otak

"Digitalisasi siaran harus dimanfaatkan untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga masyarakat di seluruh daerah memperoleh konten yang edukatif dan bermanfaat," jelasnya.

Meski siaran televisi Indonesia segera berimigrasi ke rana digital, ATSDI tidak semerta-merta mengabaikan peran dari tv analog.

"Saat ini beberapa negara di Asia Tenggara telah menggunakan siaran televis digital. Tinggsl Indonesia dan Myanmar saja yang belum. Maka, kami akan memacu ketetinggalan tersebut untuk mengejar berpindah dari siaran televisi analog ke siaran televisi digital. Supaya masyarakat kita memperoleh manfaat yang maksimal," ungkap Tulus.

Untuk lebih menyukseskan siaran televisi digital, ATSDI turut bekerja sama dengan asosiasi lainnya, yakni Go Kabel, Alami, dan ICTA.

Program Bandung Barat Caang Belum Maksimal, Target 95.454 PJU, Baru Terpasang 5.000 Unit

Keempat asosia penyiaran ini, turut melakukan penandatanganan Momerendum Of Understending (MOU) untuk mewujudkan sistem penyiaran Indonesia yang berkulitas dan profesional.

Penandatanganan MoU ini dilakukan di rangkaian acara Talkshow & Media Gathering bertajuk 'Mewujudkan Sistem Usaha Penyiaran Indonesia yang Sehat & Berkeadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, di Suagi Grand Ballroom Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, No 83, Bandung, Jumat (6/12/2019).

"Semoga penandatanganan MoU yang kami lakukan ini bisa ditindak lanjut dengan kerjasama yang lebih realistis. Harus sama-sama saling mendukung dan memberikan benefit kepada masyarakat Indonesia. Terutama bagi mereka yang merindukan siaran yang edukatif dan siaran berkualitas," kata Tulus.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved