Akses Baca Buku Semakin Gampang, e-Pustaka Bandung Diluncurkan, Bisa Diunduh di Play Store, Gratis

Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kota Bandung meluncurkan aplikasi bernama e-Pustaka Bandung di halaman Dispusip Kota Bandung, Jumat (6/12)

Akses Baca Buku Semakin Gampang, e-Pustaka Bandung Diluncurkan, Bisa Diunduh di Play Store, Gratis
Humas.Bandung.go.id
Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kota Bandung meluncurkan aplikasi bernama e-Pustaka Bandung di halaman Dispusip Kota Bandung, Jumat (6/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Guna mempermudah masyarakat mengakses buku-buku di perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kota Bandung meluncurkan aplikasi bernama e-Pustaka Bandung di halaman Dispusip Kota Bandung, Jumat (6/12/2019).

Peluncuran dihadiri Bunda Literasi Kota Bandung Siti Muntamah Oded dan pegiat literasi nasional, Maman Suherman.

Aplikasi berbasis Android itu sudah dapat diunduh di Play Store secara gratis. Di dalamnya sudah ada 575 judul dan 7000 eksemplar e-book yang bisa ‘dipinjam’ secara elektronik.

Setahun Gerakan Kang Pisman, 143 Kawasan Bebas Sampah (KBS) Lingkup RW Sudah Terbentuk

Jumlah tersebut terdiri dari 292 buku tentang bahasa dan 283 buku tentang agama. Dengan begitu, para pemustaka bisa mengakses buku dari mana saja dan kapan saja.

“Kami akan menambah (koleksi) dan berkembang, sesuai kebutuhan masyarakat juga, seperti pendidikan, penelitian, dan sebagainya,” ujar Kepala Dispusip Kota Bandung, A. Maryun Sastrakusumah.

Inovasi ini diapresiasi oleh Maman Suherman yang juga penulis buku berharap koleksi judul dan jumlah buku yang disediakan dalam e-Pustaka bisa segera ditambah.

“Seluruh warga dapat mengakses dengan sangat mudah, tak terkendala oleh jarak, oleh waktu. Ini salah satu jawaban untuk mendekatkan diri antara buku dengan manusia lewat perpustakaan digital,” ujar Maman.

Ini Harapan Bobotoh Geulis asal Garut, Kalau Persib Bandung vs PSS Mainnya . . . Jangan Harap Menang

Buku di perpustakaan yang dipinjam, pemustaka juga harus ‘mengembalikan’ buku tersebut. Aplikasi tersebut hanya memungkinkan pemustaka untuk meminjam dua buku. Jika pemustaka memerlukan buku lainnya, maka buku yang dipinjam sebelumnya harus dikembalikan dengan menekan tombol “kembalikan” pada aplikasi.

Pemustaka bisa meminjam buku tersebut selama 7-14 hari. Setelah itu, buku harus dikembalikan. Jika tidak dikembalikan, fitur dalam aplikasi ini akan menghapus otomatis buku yang sudah dibaca dari aplikasi pemustaka.

Warga yang ingin menikmati fasilitas e-pustaka harus mendaftarkan diri dulu dengan datang membawa identitas ke kantor Dispusip Kota Bandung. Setelah mendapatkan akses berupa username dan password, pemustaka bisa langsung menikmati ribuan koleksi yang tersedia.

Sementara itu, Bunda Literasi Kota Bandung, Siti Muntamah Danial menyatakan, aplikasi ini merupakan media untuk mendekatkan akses terhadap buku.

CEGAH Ular Masuk ke Dalam Rumah, Berikut Ada Sejumlah Langkah yang Disarankan Pakar

Namun bukan berarti menghilangkan fungsi buku fisik, apalagi untuk mengajarkan literasi pada anak-anak. Menurutnya, yang paling penting dari mengajarkan literasi kepada anak adalah dengan memberikan teladan.

“Orang tua harus memperlihatkan dan membiasakan membaca buku di depan anak. Agar mereka terbiasa dan menyukai,” tutur Siti.

Tak hanya membacakan, Siti juga mengajak orang tua untuk meminta anak bercerita tentang buku yang dibacanya. Interaksi menjadi kunci bagi pendidikan literasi pada anak. (tiah sm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved