Tanahnya Dihargai Rp 18.000, Wanita di Riau Menangis di Kebun Sawit, Jadi Video Viral di Medsos

Perempuan yang menangis tersebut mengatakan tanahnya hanya dihargai Rp 18.000 per meter persegi.

Tanahnya Dihargai Rp 18.000, Wanita di Riau Menangis di Kebun Sawit, Jadi Video Viral di Medsos
tangkapan layar/kompas.com
Tangkapan layar video viral wanita menangis karena tanahnya dihargai Rp 18.000 per meter persegi 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Seorang wanita menangis di tengah kebun kelapa sawit saat petugas mengeksekusi tanahnya.

Perempuan yang menangis tersebut mengatakan tanahnya hanya dihargai Rp 18.000 per meter persegi.

Aksi wanita yang menangis itu terekam hingga menjadi viral viral di media sosial.

Dalam video selama 2 menit 22 detik itu, terlihat seorang ibu menangis dan meminta pertolongan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Soal beredarnya video itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Yulia Jaya Nirmawati memberi penjelasan melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (5/12/2019).

Yulia menuturkan, video viral tersebut terjadi di Kampung Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Peristiwa itu terjadi saat pembebasan tanah untuk Tol Pekanbaru-Dumai.

Pembangunan Tol Cisumdawu Dikebut, Seksi 4,5, dan 6, Terkendala Pembebasan Lahan

Ruwetnya Proses Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu, Ada 38 Gugatan Warga ke Pengadilan

"Pengadaan tanah jalan tol menggunakan mekanisme Pengadaan Tanah untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dan peraturan pelaksanannya," tutur Yulia.

Dia menjelaskan, sebelumnya telah diadakan tahapan pengumuman berupa daftar nominatif dan Peta Bidang Tanah (PBT) pada 20 September 2016 selama 14 hari kerja.

"Pada masa pengumuman tersebut, tidak ada keberatan dari masyarakat," kata Yulia.

Kemudian, tahapan ini dilanjutkan dengan musyawarah. Dalam tahap ini, empat pemilik bidang tanah menolak harga ganti rugi yang ditawarkan.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved