Wawancara Eksklusif

Siti Aisah, Ibunda Peraih Medali Emas SEA Games 2019, Tak Tega Lihat Windy Cantika Angkat Besi

Baru berusia 17 tahun, lifter cantik asal Kabupaten Bandung, Windy Cantika, membuat kejutan dengan meraih medali emas SEA Games 2019 di Manila

Siti Aisah, Ibunda Peraih Medali Emas SEA Games 2019, Tak Tega Lihat Windy Cantika Angkat Besi
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Siti Aisah (50), ibu dari Windy Cantika, di kediamannya di Kampung Babakan Cianjur, Desa Malasari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. 

Dia itu rajin dan sangat disiplin dalam berlatih. Jarang mengeluh ketika diberi program latihan oleh pelatihnya. Saya hanya bisa berdoa dan memotivasi.

Hanya bisa berdoa agar Cantika bisa meraih cita-citanya di olimpiade nanti, supaya bisa mengharumkan Indonesia. Kepadanya saya selalu bilang agar selalu mengikuti kata-kata pelatih.

Jangan korupsi program latihan karena jika gagal nanti bukan pelatih yang rugi tapi dia. Berada di podium adalah bukti bahwa dia serius.

Lifter Cantik Windy Cantika Aisah Sumbang Emas untuk Indonesia, Wartawan Rebutan Minta Foto Bareng

Kisah Mengerikan Peraih Emas SEA Games Windy Cantika, Mobil Ditabrak Hingga Hancur dan Hampir Mati

Bagaimana ceritanya Cantika bisa terjun di angkat besi?

Awalnya, saat Cantika memang cuma ikut-ikutan kakaknya yang sedang berlatih, yakni Sandy Zainul Hikmat (27), yang berprofesi sebagai wasit angkat besi. Kakak keduanya, Randy Firmansyah (22), juga melatih atlet angkat besi di rumah.

Saat SD kelas 6, Cantika diikutkan latihan bersama di klub yang dibina Pak Maman Suryaman, yang kini menjadi Ketua PABBSI Jabar. SMP ia masuk Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).

Apakah Ibu mengarahkan Cantika untuk mengikuti jejak Ibu di angkat besi atau bagaimana?

Saya tidak mengarahkannya. Terserah Cantika mau pilih olahraga apa tapi ia keukeuh ingin angkat besi. Setelah itu, ya, saya dukung dan doakan.

Apa yang kerap ibu katakan kepadanya saat dulu hingga sekarang?

Mau serius atau enggak, prinsip Mamah enggak main-main dalam angkat besi. Tangan sobek, badan sakit, buat apa buang buang waktu? Kalau mau serius harus jadi juara.

Ternyata dia serius hingga kini bisa menjadi juara SEA Games, Saya juga tidak menyangka, yang menjadi lifter malah putrinya yang bungsu, bukan dua kakak Cantika yang laki-laki. Kenapa jadi si bungsu, mungkin ini rezeki dan jalannya.

Apa Cantika suka mengeluh atau bosan saat berlatih?

Memang saat kecil, Cantika kerap mengeluh bosan latihan dan meminta jalan-jalan tapi setelah jalan-jalan, Cantika semangat lagi berlatih. Sekarang mungkin dia lebih dewasa, jadi tidak mengeluh dan minta jalan-jalan seperti dulu.

Apa yang disukai Cantika?

Dari dulu hobinya makan, kuliner. Ke mana-mana juga nyarinya makanan. Di rumah saja kalau ada, dia bikin makanan, masak sendiri karena dia juga jago masak. Tapi, ya, tetap dia bisa menjaga makan, tidak sembarang makan juga.

Sekolahnya bagaimana?

Alhamdulillah, sekolah yang sekarang SMA 1 Handayani Pameungpeuk selalu memberikan kelonggaran kepada Cantika dengan memberikan dispensasi.

Meski di pelatnas, Cantika juga tetap belajar jarak jauh melalui online. Ia tetap belajar mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru-gurunya, saat libur latihan. (*)

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved