Kades dan Bendahara Desa di Kulon Progo Diduga Gelapkan Dana Desa Rp 1,15 Miliar Kini Ditahan Kejari

Kepala Desa Banguncipto berinisial HS (55) dan Bendaharanya, SM (60), diduga telah menyelewengkan dana desa sepanjang 2014-2018 sekitar Rp 1,15 miliar

Kades dan Bendahara Desa di Kulon Progo Diduga Gelapkan Dana Desa Rp 1,15 Miliar Kini Ditahan Kejari
Shutterstock
ilustrasi korupsi 

TRIBUNJABAR.ID, KULON PROGO - Kepala Desa Banguncipto berinisial HS (55) dan Bendaharanya, SM (60), diduga telah menyelewengkan dana desa sepanjang 2014-2018 sekitar Rp 1,15 miliar.

Dana tersebut diduga diselewengkan dari berbagai proyek semisal pembangunan fisika atau pengadaan barang dan jasa.

Keduanya kini berstatus tersangka dan ditahan Kejaksaan Negeri Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak Selasa (3/12/2019). 

"Setelah penyidikan khusus, lalu empat hari kerja (Selasa) kemudian keduanya naik jadi tersangka," kata Kepala Kejari Kulon Progo, Widagdo Mulyono Petrus, Rabu (4/12/2019).

Memilukan, Gadis di Lampung Dicabuli Pacar yang Dikenal di Facebook dan 2 Pemuda Lain

HS dan SM diduga bekerja sama untuk menggelapkan dana selama menjabat kades dan bendahara.

Banyak aksi yang dilakukan. Salah satunya, kades kerap memberi dana kegiatan pembangunan secara langsung dengan terlebih dulu memotong dana dengan jumlah sangat besar. 

Hal lain, HS dan SM melaksanakan pembangunan perumahan dan pasar desa lewat pihak ketiga untuk pematangan lahan dan pengurukan.

Kerja sama keduanya membuat pihak ketiga ini dirugikan lantaran tidak dapat bayaran.

Dalam hal mata anggaran untuk pengadaan barang jasa pun bermasalah, Widagdo mengungkapkan, terdapat pengadaan fiktif untuk seragam PKK.

Dana cair, tapi seragam itu tidak ada. Karenanya, mereka merekayasa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan dana desa setempat. 

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved