Wakil Bupati Minta PVMBG Teliti Kasus Retakan Tanah di Garut

Kejadian bencana alam mulai menimpa beberapa daerah di Kabupaten Garut. Pemkab Garut masih memiliki Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 22 miliar

Wakil Bupati Minta PVMBG Teliti Kasus Retakan Tanah di Garut
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Warga Kampung Sukasari, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang membungkus kembali jenazah yang digali karena area makam terkena retakan tanah, Rabu (30/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Kejadian bencana alam mulai menimpa beberapa daerah di Kabupaten Garut.

Pemkab Garut masih memiliki Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 22 miliar yang bisa digunakan untuk penanganan bencana.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, salah satu bencana yang terjadi yakni pergerakan tanah di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang dan Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan.

Helmi telah memantau kondisi pergerakan tanah untuk melakukan penanganan.

"Ke pemilik rumah sudah saya minta untuk pindah dulu. Jangan sampai mengancam nyawa," ujar Helmi di Kantor Pemkab Garut, Senin (2/12/2019).

Puluhan Makam di Garut Terpaksa Dibongkar, Hujan Mulai Picu Longsor dan Tanah Bergerak

Tiga Rumah di Desa Balewangi Garut Terancam Ambruk Akibat Retakan Tanah, Pergerakan Tanah Sudah Lama

Helmi menyebut, telah meminta kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memeriksa kondisi tanah. Pasalnya retakan tanah di kedua lokasi sudah berdampak ke rumah penduduk.

"Kami minta vulkanologi untuk meneliti kondisi pergerakan tanahnya. Apa yang harus dilakukan tergantung dari kajian. Ada beberapa tempat, penanganannya cukup ditimbun dengan tanah," katanya.

Jika kondisi semakin parah, Pemkab baru akan mengeluarkan dana BTT.

Relokasi rumah penduduk juga belum direncanakan.

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved