Tebang Pohon Malam Hari Anggota BPBD Kota Tasik Rasakan Hal Aneh, Bau Amis Darah & Bunga Sedap Malam

Tebang pohon di malam hari, anggota BPBD Kota Tasikmalaya kerap merasakan hal aneh. Tiba-tiba tercium bau amis darah dan bunga sedap malam.

Tebang Pohon Malam Hari Anggota BPBD Kota Tasik Rasakan Hal Aneh, Bau Amis Darah & Bunga Sedap Malam
tribun jabar/firman suryaman
Petugas BPBD Kota Tasikmalaya terkadang dihinggapi kejadian aneh saat menebang pohon tepi jalan di malam hari. 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Menghadapi musim hujan, jajaran BPBD Kota Tasikmalaya menebangi pohon-pohon rawan tumbang di tepi jalan.

Kegiatan penebangan sebagian besar dilakukan malam hari.

Ini untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

Namun siapa nyana, kegiatan penenangan pohon tersebut terkadang diwarnai kejadian-kejadian unik dan aneh.

"Suka ada hal-hal aneh dan terkadang lucu juga," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar, Senin (2/12).

Ketika menebangi pohon di Jalan Letjen Mashudi menjelang tengah malam, misalnya, muncul samerbak harum bunga sedap malam saat menebang sebuah pohon besar.

Padahal di lokasi tidak ada tanaman bunga itu.

Saat itu kegiatan penebangan didampingi petugas PLN.

"Entah dari mana datangnya aroma bunga itu, kami sempat takut juga. Namun karena pohon besar itu memang kondisinya membahayakan, tetap kami tebang dan petugas kami berdoa. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa sampai pohon tumbang," ujar Ucu Anwar.

Yang paling aneh dan agak lucu, kata Ucu, ketika ia memimpin penebang pohon di Jalan RE Martadinata tercium aroma bau tahi ayam.

Aroma tak sedap itu terus mengganggu dan akhirnya hilang setelah sejumlah petugas membacakan ayat-ayat suci Al-Quran.

"Seorang petugas pengawas jalan nasional, juga sempat dibuat merinding bulu kuduknya karena diserang bau amis darah. Bau itu terus muncul hingga prosesi penebangan di jalan itu selesai," kata Ucu Anwar.

Menurut Ucu, kegiatan penebangan pohon yang dinilai rawan tumbang dan membahayakan pengendara, memang jauh lebih baik dilakukan menjelang tengah malam hingga dini hari, agar tidak mengganggu arus lalu-lintas.

Terlebih, saat proses awal penebangan yaitu memangkas ranting dan dahan, harus menggunakan truk crane agar petugas bisa mencapai ketinggian tertentu.

"Nah, keberadaan truk itu di siang hari bisa mengganggu arus lalu-lintas," ujar Ucu Anwar.(firman suryaman)

Hujan Deras Turun di Kota Tasikmalaya, Warga Ramai-ramai Tampung Air untuk Keperluan Sehari-hari

Glenn Fredly Konser di Kota Santri Tasikmalaya, Sedot Perhatian Kaum Ibu Muda

Penulis: Firman Suryaman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved