KPAI Akan Panggil Pelatih yang Pulangkan Atlet Senam SA yang Diisukan Karena Keperawanan

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mengusut kasus pemulangan atlet senam dari Sea Games 2019 di Manila.

KPAI Akan Panggil Pelatih yang Pulangkan Atlet Senam SA yang Diisukan Karena Keperawanan
Kolase TribunJabar.id (Tribunnews.com dan Pixabay.com)
Nama Shalfa Avrila Siani sedang jadi sorotan. Atlet senam tersebut gagal membela Indonesia dalam ajang SEA Games 2019. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mengusut kasus pemulangan atlet senam dari SEA Games 2019 di Manila.

Sebelumnya, pemulangan atlet senam SA (17) asal Jatim karena isu keperawanan ini mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk DPR RI.

Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, mengatakan pemulangan atlet senam ini berpotensi melanggar hak anak serta telah menstigma kehidupan anak tersebut.

Atlet Senam Dipulangkan dari SEA Games 2019 Gara-gara Tak Perawan? Ini Penjelasan Menpora

Atlet Senam Dituding Tak Perawan Lagi, Begini Fakta Kaitannya dengan Penyebab Selaput Dara Robek

Pelatih dan cabang olahraga yang memulangkan atlet tersebut, katanya seharusnya memiliki perspektif perlindungan anak.

Jangan sampai, ujarnya, tujuan olahraga sebagai ajang pembinaan atlet dan media partispasi anak dalam mengharumkan bangsanya terhalang karena aturan keolahragaan yang tidak ramah kepada anak.

"Kita sangat menyesalkan bentuk perendahan martabat anak yang dilakukan oleh pelatih, dan melakukan stigma soal keperawanan anak. Padahal banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasnamakan penegakan disipilin kepada anak yang mengikuti ajang bergengsi SEA Games 2019 di Filipina," kata Jasra melalui ponsel, Senin (2/12/2019).

Pesenam Dipulangkan Karena Tak Perawan? Menpora: Itu Privasi, Tak Ada Hubungannya dengan Prestasi

Dituding Tak Perawan dan Gagal Ikut SEA Games, Atlet Senam Asal Kediri Murung, Ini Kata Sang Ibu

Ayu Kurniawati sang ibunda kecewa terhadap keputusan pelatih yang memulangkan anaknya karena selaput dara robek.
Ayu Kurniawati sang ibunda kecewa terhadap keputusan pelatih yang memulangkan anaknya karena selaput dara robek. (Kompas Kediri)

Misalnya, kata Jasra, sejak awal aturan-aturan tersebut dikomunikasikan secara baik kepada anak.

Mereka juga diajak untuk berpartisipasi untuk menjaga aturan tersebut sehingga merasa memiliki dan bertanggung jawab.

"KPAI terus mendalami kasus ini untuk selanjutnya dilakukan pemanggilan kepada pelatih dan cabang olahraga. Kita juga berkoodinasi dengan Kemenpora serta KONI untuk melakukan pembinaan kepada pelatih dan para pihak yang memutuskan SA tidak mengikuti pertandingan," ujarnya.

Jasra mengatakan pemantauan serupa akan dilakukan terhadap cabang olahraga lainnya, terrmasuk melihat lebih dalam aturan-aturan internal cabang olahrga lain yang tidak memiliki persepktif perlindungan anak. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved