Dedi Mulyadi: Pak Jokowi Tolak Presiden 3 Periode Sejalan dengan Golkar

Dedi Mulyadi: Pak Jokowi menolak presiden tiga periode, sejalan dengan Golkar.

Dedi Mulyadi: Pak Jokowi Tolak Presiden 3 Periode Sejalan dengan Golkar
Istimewa
Ketua Tim Kampanye Daerah pasangan Joko Widodo - Maruf Amin untuk Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama Presiden Jokowi. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pernyataan Presiden Joko Widodo yang menolak jabatan presiden tiga periode sejalan dengan gagasan Golkar selama ini.

Menurut Dedi, jabatan presiden dua periode merupakana amanah dari reformasi yang saat ini selalu dikawal oleh Golkar secara institusional.

"Pernyataan Pak Jokowi yang menolak presiden tiga periode sudah sejalan dengan spirit Golkar," kata Dedi Mulyadi di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Dedi mengatakan, selama ini Golkar menolak wacana presiden tiga periode dan juga menolak preisden dipilih oleh MPR. Sebab, kata Dedi, wacana itu adalah bentuk pengkhiatanan terhadap semangat pasca-reformasi dan pembaharuan.

"Karena itu tidak sejalan dengan semangat reformas dan pembaharuan yang dilaksanakan pasca-refomasi, dan Golkar di dalamnya ada perubahan," kata anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini.

Menurut Dedi, masalah tersebut akan dibawa ke Musyawarah Nasional Golkar yang digelar Selasa (3/12/2019) besok, melalui pemandangan umum Golkar daerah.

"Itu akan kami gelorakan dalam pemandangan umum Golkar daerah di Munas. Apa yang Pak Jokowi sampaikan sejalan dengan Golkar," ucap wakil ketua Komisi IV DPR RI itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menolak wacana presiden tiga periode dan pemilihan presiden oleh MPR yang digelembungkan beberapa kalangan.

Jokowi menyebut, wacana itu sama saja dengan menampar muka Jokowi.

"Kalau ada yang usulkan itu ada tiga (motif) menurut saya, ingin menampar muka saya, ingin cari muka, atau ingin menjerumuskan. Itu saja," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Jokowi mengatakan, sedari awal ia sudah menyatakan bahwa ia merupakan produk pemilihan presiden secara langsung yang merupakan amanah reformasi dan sesuai dengan UUD 1945.

Lalu, ada muncul wacana untuk amandemen undang-undang. Jokowi menegaskan ia menolak amandemen undang-undang.

Editor: taufik ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved