Breaking News:

10 Camat dan 10 Lurah di Kota Bandung Bersaing Jadi yang Terbaik, Sekda Berpesan Begini

Sebanyak 10 camat dan 10 lurah di Kota Bandung tengah bersaing menjadi yang terbaik melalui Evaluasi Kinerja Sistem Informasi Penilaian (SIP) 2019

Penulis: Tiah SM | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Cipta Permana
Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna di dampingi oleh Kabag Humas Setda Kota Bandung, Sony Teguh Prasatya menjelaskan terkait pencapaian program Pemkot Bandung tahun 2019 di Balaikota Bandung, Selasa (7/5/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -- Sebanyak 10 camat dan 10 lurah di Kota Bandung tengah bersaing menjadi yang terbaik melalui Evaluasi Kinerja Sistem Informasi Penilaian (SIP) tahun 2019.

Untuk menjadi yang terbaik, para camat dan lurah beupaya mengekspose potensi dan keunggulan, penguasaan permasalahan, dan inovasi dalam menghadapi permasalahan di kewilayahan masing-masing.

Proses ekspose 10 camat dan 10 lurah terbaik dibuka Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna di Hotel Papandayan Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Senin (2/12/2019).

RESMI, UMK Kota Bandung 2020 Sudah Ditetapkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Segini Besarannya

RAPBD 2020 Sudah Ketok Palu, Pemkot Cirebon Percepat Proses Lelang Proyek

Ema mengatakan, penilaian kinerja ini penting sebagai salah satu instrumen perencanaan pembangunan dan sebagai evaluasi kinerja aparatur kewilayahan di Kota Bandung.

Inovasi bagian Pemerintahan Umum ini menjadi salah satu masukan dan tolok ukur efektivitas program di lapangan.

"Harus ada nilai kebermanfaatan yang terukur. Sehingga hasil terbaik dari ekspose ini jadi representasi kinerja Pemerintah Kota Bandung yang paling baik. Masyarakat bisa menilai nantinya dengan performa yang objektif, " jelasnya.

Ema berharap, kinerja para camat dan lurah yang terpilih harus menunjukkannya kinerja yang terukur termasuk pencapaian visi dan misi Wali Kota.

Secara sederhana, harus bisa terlibat dalam berbagai lomba di tingkat kecamatan dan kelurahan yang menggambarkan bahwa penyelenggaraan pemerintahannya.

"Camat dan lurah harus mampu mereduksi permasalahan kota di tingkat kewilayahannya," pinta Ema.

"Permasalahan PKL, lingkungan, banjir, peta-peta persoalan tersebut harus benar benar dipahami camat. Sehingga solusi permasalahanya dapat terselesaikan secara menyeluruh mulai dari kewilayahan sampai tingkat kota," jelasnya.

Sekda Kota Bandung Wacanakan Posyandu Dibangun hingga Tingkat RT, Agar Makin Mudah Dijangkau

HUT Korpri, Pemerintah Kota Bandung Beri Santunan kepada 10 Penjaga Sekolah

Camat yang sedang bersaing menjadi terbaik yaitu, Momon A Imron (Babakan Ciaparay), Hilda Hermawan (Bandung Wetan), Tubagus Agus Mulyadi (Lengkong), Tarya (Batununggal), Pepen Effendi (Mandalajati), Yati Sri Sumiati (Ujungberung), Sarjani Saleh (Sukasari), Suardi (Cibeunying Kaler), Bira Gumbira (Cicendo), Hakim Sata (Sekcam Cinambo).

Sedangkan Lurah yaitu, Nana Hadiana (Sukawarna), Aep Sahri (Sukagalih), Asep Muslihat (Pasir Luyu), Karsono Edi (Pasirendah), Adad Mujahidin (Pasirbiru), Nurma Safarani (Gumuruh), Sapa'at (Derwati), Karna Suherman (Cigending), Mochamad Arief B (Burangrang), Tony Sukmana (Babakan Ciparay).

Dalam ekspose tersebut tim penguji merupakan tim Kebijakan Publik Wali Kota Bandung dan akademisi, dan perwakilan OPD.

Hasil evaluasi kinerja ini akan menghasilkan urutan tiga camat dan lurah terbaik untuk mewakili Pemkot Bandung dalam lomba Sinergitas Kewilayahan yang akan diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (tiah sm).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved