PDAM Tirta Raharja Blak-blakan Meski Sudah Musim Hujan, Sumber Air Baku Belum Normal

Sumber Air Baku Perumda Air Minum Tirta Raharja atau PDAM Tirta Raharja di Sungai Cijanggel hingga saat ini belum normal atau belum alami peningkatan

PDAM Tirta Raharja Blak-blakan Meski Sudah Musim Hujan, Sumber Air Baku Belum Normal
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja, Sri Hartati, mengecek tangki air di Kota Cimahi, Selasa (7/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Meski saat ini sudah memasuki musim hujan Sumber Air Baku Perumda Air Minum Tirta Raharja atau PDAM Tirta Raharja di Sungai Cijanggel hingga saat ini belum normal atau belum mengalami peningkatan.

Menurut Manajer Junior Humas dan Sekretariat Perumda Air Minum Tirta Raharja, Sri Hartati, hal tersebut karena November ini hujan sudah mulai turun tapi intensitasnya masih kurang.

"Sehingga debit air dari sumbernya tidak langsung meningkat," ujarnya saat ditemui di Kantor PDAM Tirta Raharja, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Jumat (29/11/2019).

Atas hal tersebut, kata dia, wajar jika di beberapa daerah khususnya di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih ada pelanggan yang masih kesulitan air bersih.

PDAM Tirta Raharja Prediksi Pemakaian Air Saat Libur Akhir Tahun Mengalami Peningkatan

Untuk itu pihaknya hingga kini masih mengoptimalkan pelayanan dengan penjadwalan rekayasa pendistribusian air dan penanggulangan air bersih melalui mobilisasi tangki air.

"Jika masyarakat membutuhkan suplai air, kami bekerja sama dengan BPBD siap untuk mengirimkan air bersih ke wilayah kekeringan," kata Tati.

Pihaknya juga sudah menyiapkan armada tangki air, untuk wilayah pelayanan utara disiapkan delapan armada tangki dengan mobilisasi satu tangki mampu mensuplai lima kali pengiriman atau rata-rata sebanyak 20.000 meter kubik air per hari.

Sementara untuk di wilayah selatan, kata dia, ada dua armada truk dengan mobilisasi satu tangki yang mampu mensuplai lima kali pengiriman per hari.

"Memang yang paling berdampak adalah suplai air di utara (Cimahi) kalau untuk di KBB dan wilayah pelayanan timur hingga saat ini masih normal pendistribusian air ke setiap pelanggannya," ucapnya.

Ia mengatakan, untuk di wilayah timur ada kendala muncul ketika memasuki musim hujan yang mengakibatkan kondisi air baku sangat sulit diolah karena kekeruhan yang sangat tinggi akibat sering terjadi banjir.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved