Sengketa Kepemilikan Rumah, Ayah di Palembang Gugat Anaknya ke Pengadilan

Peristiwa itu terjadi di Pengadilan Negeri Klas 1 A Palembang, Kamis (28/11/2019). Kamil bin Sulaiman (66) menggugat putri semata wayangnya

Sengketa Kepemilikan Rumah, Ayah di Palembang Gugat Anaknya ke Pengadilan
KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA
Sidang gugatan Kamil bin Sulaiman (66) yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang ditunda majelis hakim karena masih dalam tahap mediasi, Kamis (28/11/2019). Kamil sebelumnya menggugat anak kandungnya Siti may Munah ke Pengadilan karena telah mengubah nama akta kepemilikan rumah. 

TRIBUNJABAR.ID, PALEMBANG- Di Palembang, seorang ayah dan anak semata wayangnya bersengketa di pengadilan.

Peristiwa itu terjadi di Pengadilan Negeri Klas 1 A Palembang, Kamis (28/11/2019). Kamil bin Sulaiman (66) menggugat putri semata wayangnya, Siti May Munah (43).

Ayah dan anak itu terlibat sengketa soal kepemilikan rumah. Kamil merasa tak pernah mengibahkan rumah miliknya di Jalan Sultan Sahrir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, kepada Siti.

Kamil menduga sertifikat kepemilikan rumah telah diubah oleh Siti. Kuasa hukum Kamil, Dedi Heriyansyah menjelaskan, Kamil saat ini hanya tinggal di rumah kontrakan, karena rumah tersebut telah diubah kepemilikannya oleh Siti.

"Untuk membatalkan kepemilikan rumah itu, maka klien kami melayangkan gugatan ke pengadilan. Penggugat adalah ayah kandung dari tergugat,"ujar Dedi, di PN Palembang, Kamis.

Video Viral, Aksi Sumpah Pocong Dua Keluarga Lantaran Sengketa Tanah 1,5 Hektare, Warganet Geger

Ratusan Mahasiswa Tuntut Keadilan di PTUN Bandung soal Sengketa Lahan Kampus STKIP Pasundan Cimahi

Dedi menyebut, rumah itu merupakan milik Kamil bersama istrinya. Namun, pada 2013, istri Kamil meninggal dan Kamil akhirnya memutuskan untuk menikah lagi.

Setelah menikah, Kamil pun memilih mengontrak bersama istrinya yang baru. Ia begitu terkejut mengetahui rumah telah berbalik nama menjadi milik putrinya.

Saat ini, pihak pengadilan pun tengah melakukan upaya mediasi antara Kamil dan Siti untuk mencari titik temu.

"Kami harapkan kedua pihak tidak ada yang dirugikan. Sekarang lagi dimediasi, apakah rumah itu nanti dijual dan dibagi rata, atau seperti apa nanti diakan diputuskan. Klien kami tidak hadir karena kesehatannya menurun," ujar Dedi.

Kuasa hukum Siti, Sondang mengutarakan, mereka saat ini belum bisa berkomentar banyak karena proses hukum masih berjalan.

Majelis hakim, kata Sondang, menyarankan agar semuanya dapat diselesaikan melalui mediasi. "Hari ini sidang ditunda sampai proses mediasi selesai. Kita ikuti saja proses hukumnya," ujar Sondang. (Kontributor Palembang, Aji YK Putra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rebutan Rumah, Ayah Gugat Putrinya"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved