Malu Kalau Mengemis, Kakek asal Garut Ini Jadi Tukang Sol di Jakarta, Mengapa Tak Pulang Kampung?

Mengingat hal itulah, yang membuatnya bertahan menjadi tukang sol walaupun sering tak dapat uang.

Malu Kalau Mengemis, Kakek asal Garut Ini Jadi Tukang Sol di Jakarta, Mengapa Tak Pulang Kampung?
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Abdurohman pria asal Garut memilih jadi tukang sol sepatu di Cipayung Jakarta Timur daripada jadi pengemis, Kamis (28/11/2019). 

Selain itu, ia juga menyisihkan uangnya perbulan Rp 100 ribu untuk membayar kontrakan.

"Nanti kalau ada rezeki lebih, disimpan lebih banyak untuk bayar kontrakan. Kan saya tinggal ber-5. Jadi perorang Rp 100 ribu. Alhamdulillah selama ini selalu terbayar," lanjutnya.

Sebagai seorang kepala rumah tangga dan meninggalkan keluarga di kampung, Garut, Abdurohman juga memikirkan istri dan anak-anaknya.

Meskipun penghasilannya tak menentu, Abdurohman masih mengirimkan uang untuk keluarganya di kampung.

Baginya bukan besaran rupiahnya yang penting, melainkan tanggung jawabnya yang memang harus dijalani.

"Kalau anak ada 6, tinggal satu yang belum nikah. Yang belum nikah juga bantu biaya di kampung karena tinggal sama Ibunya. Jadi saya di sini kirim sekedarnya aja," katanya.

"Kalau ada rezekinya saya kirim ke kampung. Mereka pun mengerti, terutama istri," lanjutnya.

Merantau Sejak Tahun 1970

Pria asal Garut ini rupanya sudah berada di Jakarta sejak tahun 1970.

Pada awalnya, Abdurohman hanya bekerja sebagai petani di kebun milik orang lain ketika di kampung.

Namun, karena diajak rekannya untuk ke Jakarta, ia pun ikut.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved