Malu Kalau Mengemis, Kakek asal Garut Ini Jadi Tukang Sol di Jakarta, Mengapa Tak Pulang Kampung?

Mengingat hal itulah, yang membuatnya bertahan menjadi tukang sol walaupun sering tak dapat uang.

Malu Kalau Mengemis, Kakek asal Garut Ini Jadi Tukang Sol di Jakarta, Mengapa Tak Pulang Kampung?
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Abdurohman pria asal Garut memilih jadi tukang sol sepatu di Cipayung Jakarta Timur daripada jadi pengemis, Kamis (28/11/2019). 

"Seringnya kan istirahat. Sebab saya sudah keliling pagi sampai siang seringnya belum ada yang menggunakan jasa saya. Sekarang tuh susah," ungkapnya.

Saat sedang beristirahat, ia juga selalu menyempatkan untuk berdzikir sambil berdoa semoga ada yang menggunakan jasanya.

Tak muluk-muluk, setidaknya ada satu orang yang mau mengesol sepatunya untuk biaya membeli makan.

"Kalau lagi istirahat berdoa aja sambil semangatin diri sendiri kalau setelah ini pasti ada rezeki. Alhamdulillah dapat satu atau dua orang yang ngesol sepatu," bebernya.

Setiap harinya penghasilan Abdurohman tak pernah menentu. Tak jarang ia bisa tak dapat uang sama sekali setelah seharian berkeliling.

"Seringnya dapat Rp 30-40 ribu. Tapi tak jarang sering sepi. Makanya saya bilang jasa sol sepatu juga sudah kurang diminati," jelasnya.

Harus Pintar Kelola Uang

Memiliki penghasilan tak menentu, Abdurohman harus pintar mengatur keuangannya.

Jika dalam sehari sama sekali tak mendapatkan uang, ia harus tetap makan dan tak membiarkan dirinya kelaparan.

Untuk itu, uang yang di dapatnya selalu ia sisihkan minimal Rp 10 ribu.

"Kalau makan ya harus makan. Jadi sebisa mungkin uang yang didapat saya simpan. Jadi ketika enggak dapat uang, bisa gunakan uang yang kemarin di dompet. Makan sehari sekali pun enggak apa-apa, yang penting perutnya keisi," katanya.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved