Asrama Tahfidz Yatim dan Dhuafa Cimahi Siap Cetak Hafiz dan Hafizah Potensial

Asrama Tahfidz Yatim dan Dhuafa Cimahi siap mencetak hafiz dan hafizah potensial.

Asrama Tahfidz Yatim dan Dhuafa Cimahi Siap Cetak Hafiz dan Hafizah Potensial
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Ketua MUI Cimahi, Buya Alan Nur Ridwan (ketiga kanan) memotong tumpeng didampingi Ketua Yayasan Panti Yatim Indonesia, Muhammad Alwi Permana (kelima kanan) disaksikan Sekda Dikdik Suratno Nugrahawan dan perwakilan muspika lainnya dalam peresmian Asrama Tahfidz Yatim dan Dhuafa di Jalan Pesantren No 155, Kamis (28/11/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kota Cimahi kini memiliki asrama khusus yang diproyeksikan mencetak hafiz dan hafizah potensial.

Hal ini ditandai dengan berdirinya Asrama Tahfidz Yatim dan Dhuafa di Jalan Pesantren No. 155.

Pembukaan asrama ini digelar Kamis (28/11/2019) yang dihadiri oleh Ketua MUI Cimahi, Buya Alan Nur Ridwan; Sekda, Dikdik Suratno Nugrahawan; Ketua Yayasan Panti Yatim Indonesia, Muhammad Alwi Permana; dan perwakilan muspika lainnya.

Ketua Yayasan Panti Yatim Indonesia, Muhammad Alwi Permana, mengatakan pembukaan Asrama Tahfidz Yatim dan Dhuafa Cimahi ditujukan khusus bagi anak-anak yatim dan duafa yang memiliki potensi dan mau belajar khatam Alquran.

Pembukaan ini, kata Alwi, dilatarbelakangi oleh banyaknya potensi anak yatim dan duafa yang memiliki kemampuan tahfiz Alquran.

"Anak yatim dan duafa ini biasanya sudah hafal enam hingga tujuh juz. Di sini, nantinya mereka akan dibina dengan serius untuk hafal Alquran 30 juz," tutur Alwi.

Alwi menambahkan tidak ada kriteria khusus bagi anak yatim dan duafa yang akan dididik di asrama ini.

Asalkan anak yatim dan duafa dan masih berada di usia SD, serta memiliki potensi tinggi menjadi hafiz atau hafizah, maka mereka akan dibina untuk mampu menghafal Alquran lebih cepat dengan berbagai program yang sudah disiapkan.

Asrama ini juga memiliki fasilitas standar dengan pengasuhan anak di Dinas Sosial mulai dari fasilitas makan, tidur, hingga sekolah.

Mereka yang tinggal di asrama ini akan memperoleh perhatian khusus dari pihak dan penjaga asrama agar fokus belajar saja.

"Sementara yang di luar asrama, juga akan tetap dipikirkan, bagaimana program ini agar tetap berjalan minimal sesuai dengan apa yang ada di asrama. Karena kami memiliki kurikulum tahfiz yang standar," katanya.

Asrama Tahfidz Yatim dan Dhuafa memiliki kapasitas tampung hingga 25 anak.

Jika terjad kelebihan kapastias, menurut Alwi, dia berharap para muzaki dan dermawan yang memiliki tempat lebih luas dan representatif agar mau memfasilitasi.

Untuk biaya operasional, hal itu berasal dari ZIS (Zakat Infak Sedekah) yang penggunaannya akan disesuai dengan peruntukannya sesuai ketentuan syariah.

"Asrama ini masih sewa, tapi kami tidak akan putus harapan atau berkecil hati, semoga suatu saat fasilitas ini akan bisa kami miliki, misalnya melalui wakaf," katanya.

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved