110 Patriot Desa Disebar ke Pelosok dan Perbatasan Jawa Barat, Gerakkan One Village One Company

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas 110 pemuda yang lolos seleksi program Patriot Desa di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (28/11/2019).

Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas 110 pemuda yang lolos seleksi program Patriot Desa di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (28/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas 110 pemuda yang lolos seleksi program Patriot Desa di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (28/11/2019).

Mereka yang telah dibekali ilmu pengembangan diri dan pembangunan desa itu akan tinggal di desa untuk menggerakkan program One Village One Company (OVOC) dan mengelola Badan Usaha Milik Desa ( BUMdes) di setiap desanya.

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan 110 Patriot Desa ini akan menjadi perwakilan Pemerintah Provinsi Jabar untuk peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat, kehidupan sosial-budaya, dan pengembangan partisipasi serta keswadayaan masyarakat desa.

Buruh FSPMI Cirebon Raya Ancam Mogok Massal, Jika Surat Edaran Gubernur soal Upah Minimum . . .

Para patriot milenial ini yang rata-rata berusia antara 20-30 tahun ini diterjunkan ke 50 desa di Jabar mulai dari Desa Mekarjaya di Kabupaten Bogor hingga Desa Bangbayang di Kabupaten Cirebon.

"Saya terharu, pemuda yang lain seusianya nongkrong di kafe, ngopi-ngopi, mereka berkeringat, terjun ke masyarakat, memikirkan kemajuan. Karena merekalah pemuda berjiwa patriot," ucap Emil.

Mereka sebelumnya dikarantina selama 45 hari untuk dibekali kompetensi dan spirit kejuangan.

Buruh dari FSPMI Cirebon Raya Demo Soal Surat Edaran Gubernur tentang Upah Minimum

Emil pun berharap 110 Patriot Desa ini betul-betul bisa berkontribusi membangun desa dan menjadi pembawa asa bagi masyarakat.

"Dengarkan suara mereka warga desa, tampung aspirasinya, wujudkan harapannya," pesan Emil.

Adapun secara teknis penugasan di desa, para patriot ini harus dapat melakukan pemetaan spasial, sektoral, dan perencanaan.

Mereka pun akan membuat perencanaan pengembangan potensi berbasis masyarakat dan kearifan lokal serta menyiapkan kelompok dan lembaga usaha tingkat desa.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved